Lumajang
Terlihat awan panas guguran Semeru yang membumbung tinggi. (Mizan/PIJARNews.ID)

LUMAJANG, PIJARNews.ID – Pasca terjadinya Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru pada Sabtu (16/1/2021) sore, ada 3 Kecamatan yang terdampak hujan abu tebal akibat arah angin yang terus bergerak ke utara, yakni Kecamatan Pasrujambe, Senduro, Gucialit bahkan sampai ke Kota Probolinggo.

Setiap kecamatan, ada 3-4 Desa yang terdampak hujan abu yang beterbangan ke arah rumah warga sekitar lereng Gunung Semeru. Tak hanya itu, dari sektor pertanian, terlihat hujan abu juga berdampak bagi tanaman, seperti pada tanaman cabe yang ditanam masyarakat di sekitar lereng Semeru.

Joko Sambang, Kabid Kedaruratan BPBD Lumajang mengatakan, awan panas guguran Semeru itu sebenarnya sisa dari erupsi Semeru pada bulan Desember lalu, sehingga mengakibatkan hujan abu pada daerah sekitar lereng Semeru karena terbawa arah angin.

“Gunung Semeru sebenarnya bukan meletus besar seperti apa yang diberitakan pada media sosial, akan tetapi itu adalah awan panas guguran sisa erupsi Semeru pada Bulan Desember lalu dengan jarak luncur 4,5 KM. Kalau yang waktu itu sampai 11 KM ke arah Curah Kobokan,” ujar Joko saat diwawancarai, Senin (18/1/2021).

Dia juga menambahkan, untungnya sesaat setelah hujan abu dari APG Semeru kemarin, terjadi hujan deras di kawasan lereng Semeru sehingga tanaman cabe yang tumbuh dipersawahan tidak sampai membusuk dan debu yang melekat pada rumah warga bisa sedikit dibersihkan.

BACA JUGA :  BPBD Jember Fokus Pendataan dan Pendistribusian Bantuan Korban Banjir

“Untuk kondisi warga sekitar lereng Semeru masih aman terkendali dan tidak sampai mengungsi. Hanya saja tetap harus senantiasa waspada bila sewaktu-waktu hujan abu terjadi lagi,” tandasnya. (zan/mad)