Ponorogo
Tim Pemulasaraan BPBD Ponorogo saat memakamkan jenazah pasien Covid-19. (Sony/PIJARNews.id)

PONOROGO, PIJARNews.id – Semakin bertambahnya angka kasus yang terkonfirmasi positif covid 19 di Kabupaten Ponorogo juga diikuti naiknya angka kematian akibat covid 19. Saat ini angka kematian di Kabupaten Ponorogo mencapai 86 orang data per hari Senin (18/1/2020).

Hal ini tentu ini membuat tim pemulasaraan jenazah yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo kewalahan. Dalam periode November-Desember 2020, BPBD telah melakukan 61 kali jenazah pasien Covid 19.

“Saat ini BPBD Ponorogo hanya memiliki 7 personil yang terlatih dalam melakukan pemakaman sesuai standar protokol kesehatan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono, Rabu (20/1/2020).

Untuk mengatasi minimnya personil tersebut, BPBD Ponorogo harus pandai membagi jam jaga personil petugas pemakaman jenazah. Terlebih satgas Penanganan Covid-19 di desa dan kelurahan kurang aktif.

“Yang jelas kita kewalahan, karena pernah dalam 2 jam pernah ada tiga kali pemakaman,” imbuh Budi.

Selain kurang aktifnya satgas covid 19 di desa dan kelurahan. Pihaknya juga sering mengalami gesekan dengan masyarakat, karena penolakan pemakaman secara protokol kesehatan covid-19.

“Alhamdulillah Dari pihak TNI dan Kepolisian turut membantu menyelesaikan permasalah tersebut,” tutup Budi.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini prosentase kematian akibat covid 19 di Ponorogo mencapai 5,2 persen lebih tinggi dari nasional yang hanya 3,12 persen. (son/mad)

BACA JUGA :  Nakes di Pasuruan Siap Divaksin, Dinkes Kerahkan 65 Vaksinator