Sidoarjo
Adik Via Vallen saat memberikan keterangan ke Awak Media. (Udin/PIJARNews.id)

SIDOARJO, PIJARNews.id – Terdakwa kasus pembakaran mobil mewah milik artis dangdut Via Vallen, Pije (40) mejalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (20/1/2021). Agenda sidang kali ini berupa pembacaan tuntutan yang berlangsung di ruang Tirta

Pije dituntut selama tiga tahun penjara dikurangi masa tahanannya selama di Lapas Kelas II A Sidoarjo. Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Ridwan Himawan.

Dalam tuntutannya, JPU meminta majelis hakim memutuskan Pije bersalah telah melakukan tindak pidana dengan sengaja menimbulkan ledakan atau kebakaran seperti yang diatur dalam Pasal 187 ayat (1) tentang pembakaran Mobil Alphard bernopol W 1 VV milik Maulidia Oktivia atau Via Vallen.

Smentara hal-hal yang memberatkan terdakwa Pije berupa unsur pidana dan dakwaan yang terpenuhi. Selain itu telah merugikan mobil milik korban senilai Rp 1 Miliar lebih.

“Kami mengajukan tuntutan pidana, setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan, mengakibatkan Mauliidia Oktavia atau Via Vallen mobil Toyota Alphard W 1 VV mengalami kerugian Rp 1 Miliar 6 Juta,” ucap Ridwan.

Sementara hal yang meringankan karena terdakwa masih muda dan kooperatif terus terang dalam mengakui perbuatannya.

“Oleh karena itu, PN Sidoarjo yang memeriksa, mengadili, menuntut terdakwa Pje bersalah. Kami menjatuhkan pidana selama penjara 3 tahun dikurangi masa tahanannya,” ucapnya.

Usai dibacakan tuntutan, Ketua Majelis Hakim, Dameria F Simanjuntak meminta tanggapan kepada Pije melalui kuasa hukumnya. Saat memberikan tanggapan sempat terjadi kealotan karena Pije yang terus ngotot.

“Tiga tahun penjara bagaimana tanggapannya. Terdakwa Pije dengar ya?,” ucap Dameria.

Kemudian disahuti oleh Pije yang menyatakan dirinya selama masa persidangan tak bisa membeberkan kebenaran kasus ini. Selama persidangan ia mengaku tak pernah bisa bertemu debgab awak media untuk menyampaikan pendapatnya. Bahkan ia mengaku jika mobil yang dibakar itu adalah miliknya.

“Satu keberatan, aku cuma minta pertemukan dengan para wartawan ada nggak di sana. Saya nggak pernah dikasih kesempatan buat membeberkan semuanya. Aku pemilik mobilnya,” sahut Pije.

Majelis hakim pun meminta para awak media yang meliput sidang kali ini untuk menyapa Pije saat sidang melalui daring tersebut. Akhirnya ia pun percaya.

BACA JUGA :  Musyda IV PDPM Situbondo, Khoirul Anam Terpilih Menjadi Ketua

“Dari minggu lalu tidak pernah bisa berjumpa dengan wartawan? di sini banyak wartawan ini saya buktikan. Hak mu sudah diwakili penasehat hukummu. Tapi walaupun masih ada hal-hal mengganjal tuliskan di pledoi kami memberikan kesempatan,” ucap Dameria.

“Apa hal yang mendasar membakar mobil tersebut? Dua minggu lalu pemeriksaan terdakwa untuk memberikan waktu biar hak-hakmu terpenuhi. Kamu kan sudah disuruh bicara tapi tidak membeberkan semuanya,” lanjutnya.

Pije pun akhirnya menanggapi tuntutan tersebut dan mengaku sedikit keberatan. Penasehat hukumnya yang ada di ruang sidang tak ia gunakan untuk mewakilinya. “Kalau tuntutan memang keberatan sedikit, karena tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya,” sahut Pije kembali.

Majelis Hakim pun akhirnya menutup persidangan dan sidang selanjutnya pada Senin (25/1/2021) pekan depan dengan agenda pledoi.

Penasehat Hukum Pije, Diah mengatakan bahwa terdakwa sudah menyampaikan keberatannya saat persidangan. Maka pihaknya akan menuliskan pledoi.

“Karena terdakwa sudah menyampaikan keberatannya maka kami akan menuliskan di pledoi. Kami minta waktu seminggu kedepan. Intinya nanti dibuat pembelaan karena terdakwa keberatan tuntutan JPU. Senin nanti kami kembalikan ke persidangan,”ungkap Diah.

Sementara itu, adik kandung Via Vallen di luar persidangan menyampaikan rasa kecewanya karena tuntutan yang diberikan kepada Pije hanyalah 3 tahun. Sambil berkaca-kaca matanya, ia mengatakan padahal berharap tuntutan bisa lebih dari 10 tahun mengingat Pije hampir menghilangkan nyawa seseorang.

“Kalau pribadi keberatan, emang dari awal pasrah. Dengar putusan pengadilan agak lemas karena dilihat dia hampir menghilangkan nyawa,” ucap Mella Rossa sambil menahan air matanya.

“Tapi dengan pembacaan 3 tahun dikurangi lagi, apalagi pembakaran bisa meledak, membahayakan nyawa orang jadi taruhannya. Itu kan ada bensinnya pasti bisa meledak,” ucapnya dengan kesal.

Mella pun pasrah dan menunggu persidangan selanjutnya yang diagendakan pada Senin pekan depan. “Ini kan belum selesai, ya dilihat aja disaksikan. Saya pribadi ya merasa kecewa karena kerugiannya Rp 1 Miliar lebih,” pungkasnya. (din/mad)