Listrik
(Ilustrasi/iStockPhoto)

JAKARTA, PIJARNews.id – Baru-baru ini pemerintah akan segera menggenjot pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Termasuk di dalamnya pemanfaatan teknologi rendah emisi karbon.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan berkomitmen memberikan akses layanan listrik berkualitas dan rendah emisi karbon, tentunya dengan harga yang terjangkau. Penerapannya akan tetap memerhatikan prinsip pemerataan, efisiensi, hingga dampak lingkungan.

Munir Ahmad selaku Sekretaris Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan bahwa sepanjang paruh pertama 2020, pembangkit yang terpasang sudah mencapai 71 gigawatt (GW), sedangkan untuk jaringan transmisinya dapat mencapai 61 ribu kilometer sirkuit (kms).

Lalu, kapasitas gardu induknya mencapai 150 mega-Volt Ampere, jaringan distribusi 995 ribu kms, dan gardu distribusi 61 ribu kms.

“Selama enam tahun terakhir pelayanan listrik terus membaik, seiring naiknya rasio elektrifikasi nasional,” katanya dalam laman resmi Kementerian ESDM, Senin (18/1/2021).

Sejak 2014, rasio elektrifikasi naik hampir 15% menjadi 99,20% pada tahun 2020. Sedangkan pemerintah menargetkan angkanya mencapai 100% di akhir 2024.

“Pemanfaatan listriknya terus didorong untuk kegiatan produktif dan juga memutar roda perekonomian nasional,” ujar Munir.

Berdasarkan hasil hitungannya, Konsumsi listrik per kapita nasional pada 2020 telah mencapai 1.089 kilo-Watt hour (kWh). Pemanfaatan terbesar untuk sektor industri sebesar 41%, rumah tangga 38%, bisnis 15%, dan sisanya sektor publik.

Untuk mengurangi emisi karbon dan menjaga permintaan-pasokan, pemerintah akan mendorong pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Termasuk di dalamnya pemanfaatan teknologi rendah emisi, pengalihan bahan bakar rendah karbon, penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), dan kompor induksi.

BACA JUGA :  Forkopimda Jatim Meninjau Kampung Tangguh Semeru di Madiun

Hingga kini, pemerintah terus berupaya untuk mengimplementasikan teknologi bersih rendah karbon. Pengembangan ini termasuk pemanfaatan hidrogen dan sekuestrasi karbon. (fzi/mad)