Lumajang
Wisata alam Sumber Mrutu menyuguhkan kesegaran dari sumber mata air, dan dikelilingi pohon rindang. (Mizan/PIJARNews.id)

LUMAJANG, PIJARNews.id – Sumber Mrutu adalah salah satu tempat wisata alam yang sedang viral di Kabupaten Lumajang. Tepatnya terletak di Dusun Mrutu, Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang. Untuk mencapai lokasi tersebut, jarak yang ditempuh dari pusat kota hanya sekitar 10 menit saja atau kalau naik bus bisa berhenti di Terminal Minak Koncar dan langsung naik ojek menuju lokasi.

Dalam perjalanan, Anda akan disuguhkan oleh rimbunnya tanaman tebu yang tumbuh subur di perkebunan warga pada samping jalan, sedangkan jarak dari jalan provinsi hanya 1 KM untuk mencapai tempat tersebut.

Wisata alam ini menyuguhkan pemandangan air jernih yang berwarna kebiru-biruan yang berasal dari sumber mata air dari pohon besar yang tumbuh di sekitar lokasi. Dilengkapi dengan sarana ayunan dan jembatan kecil, tempat ini berhasil membuat para pengunjung untuk mandi dan merasakan kesegaran sumber mata air alami. Untuk kedalamannya bervariasi. Ada yang buat mandi anak-anak dan orang dewasa dengan kedalaman sampai dua setengah meter.

Tak hanya itu, tempat ini juga menawarkan keindahan di bagian yang lain, seperti halnya keberadaan cafe yang dikonsep ala pedesaan, cafe tersebut berupa bangunan gazebo yang berada tepat di tengah sawah yang ditanami padi. Kalau tidak dalam kondisi mendung, Anda juga bisa menyaksikan langsung panorama Gunung Semeru dari tempat ini.

Untuk tiket masuknya adalah gratis alias tanpa dipungut biaya, hanya saja membayar untuk parkir sepeda motor Rp. 3.000 dan Rp. 5.000 untuk mobil. Tempat wisata ini buka setiap hari, mulai pukul 08.00 WIB sampai 24.00 WIB.

BACA JUGA :  Disdukcapil Pamekasan Komitmen Tingkatkan Pelayanan

Luas lahan wisata Sumber Mrutu kurang lebih 3 hektar. Tanah ini adalah tanah bengkok desa yang dimanfaatkan untuk tempat wisata dengan menggandeng investor dalam pengoptimalannya.

Toha(35), selaku investor mengatakan, awalnya dia menginventasikan dana 200 juta untuk membangun fasilitas di tempat tersebut, ternyata respon dari pengunjung bagus, dia lantas menambah investasinya. “Awal mula saya meninventasikan dana 200 Juta, kok respon pengunjung sangat bagus, lantas saya memberanikan diri untuk fokus pembangunan tempat ini,” ungkapnya, Kamis(21/1/2021).

Lumajang
Konsep kafe di tengah sawah. (Mizan/PIJARNews.id)

Dia juga menambahkan, untuk pengunjung tidak hanya dari Kabupaten Lumajang saja, akan tetapi juga ada yang dari luar kota, bahkan luar Pulau Jawa seperti Bali. “Untuk mempromosikan tempat ini, saya menggandeng anak-anak muda yang ahli dalam bidang IT dalam berpromosi, sehingga banyak pengunjung yang sedikit banyak mengetahui wisata alam ini. Dan lagi, saya juga kerja sama dengan agen travel,” papar Toha yang juga bekerja sebagai lawyer.

Dalam tempat wisata tersebut juga bisa memberdayakan pemuda dan warga sekitar dengan menjadi pelayan cafe dan satgas untuk berjaga setiap hari. Untuk pengunjung, rata-rata 200 orang setiap hari, terkecuali pada hari Sabtu dan Minggu sampai kurang lebih 1000 orang. Selain itu yang membuat daya tarik tersendiri adalah pada hari Sabtu dan Minggu, pelayan cafe tersebut akan menggunakan pakaian jaman dulu (jadul). (zan/mad)