Upaya Tangani Trauma Anak, Polres Jember Unjuk Penampilan Panggung Boneka

0
26
Jember
Satlantas Polres Jember menghibur anak korban banjir Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. (Andi/PIJARNews.id)

JEMBER, PIJARNews.id – Hiburan panggung boneka tangan dilakukan oleh para Anggota Polisi Jajaran Satlantas Polres Jember. Hiburan trsebut dilakukan untuk mengatasi trauma (trauma healing) bagi korban banjir, khususnya bagi anak-anak di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kamis (21/1/2021) di Pustu Wonoasri Puskesmas Curahnongko.

“Tujuan kami menggelar kegiatan ini untuk bisa mengobati trauma yang dialami oleh korban bencana, khususnya anak-anak,” kata Kasatlantas Polres Jember AKP Jimmy M Manurung saat dikonfirmasi disela kegiatan.

Menurut Jimmy saat seseorang mengalami musibah seperti bencana banjir ini. Maka perlu untuk segera ditangani, termasuk trauma yang dialami.

“Seperti yang dialami para korban ini, adalah trauma pasca (bencana), atau yang sering kita dengar yakni post trauma stress syndrome,” katanya.

Artinya korban pasca bencana mengalami stress karena terdampak bencana. Mulai dari merasakan kehilangan harta benda, mengalami bencana, dan bagaimana harusnya pulih pasca bencana itu terjadi.

“Maka dengan upaya kegiatan yang kami lakukan ini, harapannya dapat mengurangi dampak stres itu, dan dapat membantu para korban untuk cepat pulih dari stres yang dialami,” ucapnya.

Terlebih lagi jika trauma itu dialami anak-anak apalagi yang umurnya di bawah 8 tahun. Menurut Jimmy, dampak stres ini bisa berakibat kurang baik bagi mereka.

“Kedatangan kami mencoba menghibur dengan penampilan boneka dan menampilkan film lucu, supaya rasa trauma itu bisa hilang,” ulasnya.

BACA JUGA :  Kafe Bromo Rest Probolinggo Sajikan Panorama Alam Terbuka

Jimmy juga menambahkan, dalam kegiatan yang dilakukan Satlantas Polres Jember ini, pihaknya juga memberikan edukasi bagi orang tua anak korban dari bencana banjir.

“Kita berikan informasi bagi orang tua, agar anak-anaknya selalu didampingi saat melewati stres, sepwrti terus mengajak komunikasi. Sehingga menimbulkan rasa nyaman yang lambat laun trauma atau stres itu akan hilang,” pungkasnya. (as/mad)