Mahasiswa UMM dan UNHASY berkoordinasi melakukan program membangun desa

PIJARNEWS.ID – Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu bentuk pembelajaran dengan memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa di tengah kehidupan masyarakat. Juga turut serta membantu memecahkan masalah berdasarkan kompetensi keilmuan sesuai dengan situasi, kondisi, masalah, dan prioritas kebutuhan masyarakat di lapangan dengan pendekatan interdisiplin ilmu dan bersifat ilmiah.

Tidak kalah penting, agenda kampus itu sebagai upaya meningkatkan peran serta mahasiswa di dalam kehidupan masyarakat. Sebagai sarana mahasiswa dalam menumbuhkembangkan kecerdasan interpersonal dan mengembangkan kompetensi how to live together.

Dalam konteks itulah mereka (mahasiswa) melakukan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Dan, pelaksanaan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa.

Hal inilah yang dilakukan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam hal pengabdian di masyarakat Dusun Kalongan, Desa Menturus Kabupaten Jombang.

Langkah yang coba di bangun sebelum pelaksanaan  tak lain ialah observasi lapangan. Dengan observasi kami mampu menjadikan sebagai pijakan untuk mengidentifikasi, memahami, dan menangani masalah-masalah kemasyarakat desa.

Menurut Muh. Fadhir A.I. Lamase Humas Kelompok 65 KKN UMM lemahnya visi yang dilahirkan dari hasil observasi memebuat banyak kelompok KKN hannya mampu membuat program seadanya saja. Pun menempatkan masyarakat sebagai objek, padalah semestinya seluruh program di cita-citakan dapat memberdayakan masyarakat. “Maka dari itu kita harus menjadikan masyarakat berperan aktif bukap pasif dalam setiap program yang ada,” ujar aktivis IMM ini.

BACA JUGA :  Rencana Mogok Kerja Nasional, Aliansi Getol Jatim Siapkan 20 Ribu Massa Aksi

Dalam kesempatan yang sama, setelah hari pertama UMM tiba di desa tersebut, hari berikutnya datang mahasiswa Universitas Hasyim Asyari (UNHASY) Jombang, Rabu (17/72019) dengan tujuan yang sama.

“Karena ada dua lembaga, maka kami bergerak bersama, menjalin kolaborasi dengan mahasiswa Universitas Hasyim Asyari,” tambah Fadhir sembari menerangkan bahwa tujuan dua kampus tak lain ialah membangun desa.

Fadhir menambahkan kolaborasi dua civitas akademika itu dalam kerangka mewujudkan desa berkemajuan. “Kita saling bersinergi maka istilah yang kami pakai adalah kolaborasi, bukan kontestasi. Kita bekerja dalam perbedaan, karena mungkin warna kami berbeda, dari latar belakang ideologi, almamater sampai pengalaman pemberdayaan desa. Tapi itu bukan halangan untuk membangun dan berjuang bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurutnya hal itu satu tujuan bersama membangun desa. Ingin bermanfaat bagi masyarakat. “Maka, seluruh program KKN yang menjadi desain program kami bersama mengandung hal pokok dalam pemberdayaan. Yakni
menjadikan program bermakna, tepat guna dan tahan lama,” pungkasnya. (lin)

2 KOMENTAR

  1. Sebuah kolobarasi adalah sebuah langkah yang bagus untuk mempererat silaturahmi antar mahasiswa,walaupun berbeda kampus,dan semoga dengan adanya kolaborasi ini dapat membangun desa menjadi lebih baik lagi.
    Dan saran dari saya disini antara kedua belah pihak dapat memprorioritaskan kepentingan bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here