Lamongan
ILUSTRASI: Kelelahan fisik dan stres mengakibatkan warga terdampak banjir di Lamongan mengalami gejala Myalgia. (Pixabay/aangq26)

LAMONGAN, PIJARNews.id – Dinas Kesehatan Lamongan mendata setidaknya ada 460 warga terdampak banjir yang terserang penyakit myalgia. Penyakit yang menyerang persendian dan otot itu terjadi karena kelelahan, stres, dan melakukan kegiatan fisik berulang-ulang.

Kepala Dinkes Lamongan Taufik Hidayat menjelaskan bahwasanya persentase penyakit myalgia selalu tinggi selama musim banjir. Tahun lalu, ditemukan 76 kasus. Sekarang, lebih banyak lagi.

“Kalau dulu rekapnya minimal pertengahan Maret, sekarang Januari sudah ditemukan 400 kasus lebih,” jelasnya, Kamis (21/1/2021).

Selain myalgia, lanjut Taufik, orang dengan hipertensi juga tinggi risiko yang jumlahnya dapat mencapai 304 kasus. Menurutnya, hipertensi biasanya penyakit bawaan yang kemudian kambuh dikarenakan melihat kondisi rumah dan lingkungannya yang serba kacau (dalam kasus ini terendam banjir).

Namun, Taufik memastikan semuanya masih aman, tidak ada yang butuh perawatan intensif di rumah sakit. “Kalau memang rujukan minimal ke puskesmas, tidak sampai ke RS sudah bisa sembuh,” ujarnya.

Taufik mengatakan, pihaknya telah menyebar posko kesehatan di masing-masing desa terdampak. Tujuannya agar mereka yang mengalami keluhan sakit bisa langsung tertangani. Apalagi, akses untuk pergi ke puskesmas sulit karena banjir.

Selain dua penyakit di atas, dinkes menemukan beberapa penyakit lain yang kasusnya tinggi, di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) 152 kasus, diare 42 kasus, tinea pedis (jamur/gatalgatal) 115 kasus.

BACA JUGA :  Malam Heboh di Ponpes Putri Al-Aqsho Babat

Melihat keadaan masyarakat yang membutuhkan tindakan medis, pihaknya telah berupaya agar keluhan masyarakat segera tertangani.

“Kami tingkatkan pelayanan secara langsung agar masyarakat jangan sampai drop,” pungkasnya. Selain itu ia berharap masyarakat mulai sadar dan kooperatif dalam memeriksakan kesehatannya. (fzi/mad)