Lumajang
Kajian pegiat literasi secara daring. (Mizan/PIJARNews.id)

LAMONGAN, PIJARNews.id – Kajian Malam Insan Berkemajuan (KAMISAN) Rumah Baca Api Literasi (RBAL), tetap konsisten dalam melakukan “Kajian KAMISAN”. Hal ini terpantau dalam diskusi rutin yang diselengarakan pegiat Rumah Baca Api Literasi yang biasa dikenal dengan nama KAMISAN RBAL, Kamis (21/1/2021).

Sebagai komunitas yang fokus dalam gerakan literasi tetap melakukan Kajian sebagai upaya mengembangkan keilmuan di era digital ini.

Kabid RPK PC IMM Metro, Renci sebagai pemateri mengatakan bahwa Akhir-akhir ini, kita terlalu banyak dikejutkan dengan kabar meninggalnya para ulama dan orang-orang baik yang mungkin tidak kita kenal, namun setelah kepergiannya, hampir seluruh penduduk bumi mengenalnya. Terlepas apa penyebab kematian, setiap orang tentu akan menjumpai kematian, kedatangan dan kepergian adalah hal yang memang sudah di skenariokan untuk kita.

“Mendengar kabar meninggalnya para ulama, mungkin kita akan teringat dengan hadist yang mengatakan bahwa salah satu tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dari dunia. Pengangkatan ilmu tidak di lakukan secara langsung, melainkan dengan cara mewafatkan para ulama,” katanya.

Masih menurut Renci yang juga sebagai penulis buku, melihat fenomena tersebut, bisa jadi mengarahkan paradigma serta munculnya terkaan-terkaan yang berkesimpulan apakah benar dengan meninggalnya ulama akhir-akhir ini selaras dengan kabar yang diisyaratkan dalam hadist tersebut.

Memikirkan atau tidak, kata Renci, keyakinan umat Islam adalah kiamat pasti akan terjadi. Terlepas kapan, tentu tidak ada yang mengetahui. “Tugas kita hari ini adalah tidak fokus pada hal itu, namun yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri serta terus bersemangat untuk mencari ilmu. Kita harus menjadi hamba yang optimis dan menjadi bagian dari orang-orang yang memelihara ilmu,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Profil Gambuzer, Komunitas Musisi dan Penyanyi di Mojokerto yang Aktif dalam Kegiatan Sosial

“Meskipun banyak ulama yang wafat, akan tetapi kita masih bisa belajar dan mencari referensi dari ulama lain, yang jelas, tugas kita adalah tetap semangat sampai benar-benar Allah memanggil kita. Kita juga harus fokus untuk menebarkan ilmu yang sudah kita miliki, sebab sebaik-baik orang adalah yang belajar dan mengajarkan,” tambah Renci.

Renci juga mengajak untuk mendo’akan mereka yang sudah lebih dulu meninggal, selanjutnya kita sebagai hamba harus berorientasi pada penjagaan ilmu para pendahulu. “Bukan sekedar meratapi, tapi kita juga harus muhasabah serta memiliki pergerakan untuk turut andil dalam bagian orang-orang yang termasuk penjaga ilmu,” ajaknya.

Sementara itu, Founder Rumah Baca Api Literasi Fathan Faris Saputro menuturkan kebaikan lain, “manusia bisa lebih terdorong untuk bertobat alias berhenti dari dosa-dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil. Lalu, kebaikan berikutnya, manusia bisa lebih giat dalam beribadah dan beramal saleh sebagai bekal untuk kebaikannya di akhirat kelak,” pungkasnya. (zan/mad)