BMKG Perkirakan Jatim Memasuki Puncak Cuaca Ekstrim

0
24
Surabaya
Petugas Satpol PP, Linmas, PMK, dan DKP Kota Surabaya sedang mengevakuasi pohon raksasa jenis Trembesi yang ambruk dan menutup badan jalan Dharmahusada Indah Blok F Nomor 224, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. (Rama/PIJARNews.id)

SURABAYA, PIJARNews.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menjelaskan, Provinsi Jawa Timur saat ini sudah memasuki puncak musim penghujan yang jatuh antara bulan Januari dan Februari.

Oky Sukmahakim, prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Surabaya, memaparkan, kondisi siang dan sore hari turun hujan disertai pertumbuhan Awan Cb atau Awan Kumolonimbus berkembang pesat. Sehingga, sangat mengganggu bagi dunia penerbangan.

“Kecepatan angin saat ini terpantau 10 Knot atau sekitar 20 Km per jam. Relatif tidak terlalu kencang. Memang di siang hari, kecepatan angin berada di angka tersebut,” ujarnya, Jumat (22/1/2021).

Potensi kilat, dan petir, lanjut Oky, tentunya akan ada, terutama di bulan Januari pasti terjadi. Namun, tidak seintens seperti badai. Jadi cuma hujan disertai petir.

“Cuaca ekstrim biasanya terjadi siang dan sore hari selama puncak musim penghujan. Di jatim sebagian besar puncaknya bulan Januari, sebagian lainnya Februari. Perlu diwaspadai,” paparnya.

“Kalau Maret intensitas hujan mulai menurun dan juga potensi cuaca ekstrim tidak sama seperti bulan terjadinya musim hujan,” sambungnya.

Bagi masyarakat, khususnya dunia penerbangan sudah ada aturan atau regulasi yang diatur cukup ketat bagi operasional penerbangan.

“Sudah ada antisipasi bagaimana cara mengatasinya. Tentunya regulasi penerbangan tentang keamanan, keselamatan, dan kenyamanan sudah diatur dengan ketat. Untuk saat ini cuacanya memburuk, namun tetap waspadai dan tidak perlu khawatir,” tandasnya. (ram/mad)

BACA JUGA :  Secara Simbolis, Anggota DPR RI Ach Baidowi Serahkan Bus Sekolah