Banjir di Manado dan Analisa BMKG tentang Hujan Lebat yang Terus Mengguyur

0
19
Manado
Hujan deras dengan intensitas lebat yang berlangsung cukup lama membuat Manado terendam banjir. (Foto/Ferdinand Ranti)

MANADO, PIJARNews.id – Akibat hujan deras yang terus mengguyur Manado dan sekitarnya mengakibatkan banjir yang meluber di hampir setiap sudut kota, Jumat (22/1/2021).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, hujan lebat disertai petir terjadi sejak pukul 14.05 WITA yang menyebabkan banjir dan tanah longsor. Adapun lokasi kejadian berada di Paal Dua Kota Manado dan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa.

Dikutip dari keterangan BMKG, analisis sementara terkait cuaca Manado yakni kondisi dinamika atmosfer terkini adanya daerah tekanan rendah/LPA (1008 hPa) di Laut China Selatan dan LPA (998 hPa) di Laut Timur yang membentuk Sirkulasi Siklonal.

Kondisi ini mengakibatkan pola gradiend angin di Sulawesi Utara yaitu konvergensi massa udara/pertemuan massa udara di wilayah Sulawesi Utara. Massa udara yang bertemu di Sulawesi Utara merupakan massa udara basah yang terbawa dari Samudera Pasifik sebelah barat.

“Teridentifikasi Labilitas Atmosfer (Pengamatan Udara Atas) pada jam 00 UTC memiliki Indeks-indeks labilitas yang kuat dan memiliki energi besar untuk mendukung terjadinya pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) di Wilayah Sulawesi Utara khususnya Kota Manado dan sekitarnya. Kelembaban udara di lapisan 850mb = 80%, 700mb = 80% dan 500 mb = 100%,  yang menunjukan kelembapan udara dari lapisan bawah hingga lapisan atas sangat basah sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan CB  di wilayah Sulawesi Utara,” papar BMKG, Jumat, 22 Januari.

BACA JUGA :  Pasca Banjir dan Longsor di Cisarua, Relawan Dirikan Sekolah Darurat

Kondisi atmosfer itu menurut BMKG mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dalam durasi waktu yang cukup lama.

Diberitakan sebelumnya, banjir dilaporkan terjadi di ruas Jalan Bethesda, lokasi RS Ratumbuysang hingga Ring Road Citraland, Malalayang.

“Di Malalayang airnya sudah mencapai lutut,” kata Edwin Monding, relawan untuk BPBD Sulut.

Ia pun mengatakan bahwa hujan deras yang mengguyur Manado sudah berlangsung selama dua jam. Edwin menyebut banjir di sejumlah ruas jalan terjadi karena saluran drainase tak mampu menampung debit air.  (fzi/mad)