MALANG | PIJARNEWS.ID – Perseduluran saling membesarkan merupakan kesepakatan dan menjadi ide pokok dalam gerakan kultural oleh Kajian Kebon Jambu (KKJ). Sebuah pergumulan para aktivis lintas disiplin ilmu. Seperti alumni teknik, sains, sosiologi, filsafat, hukum dan lain-lain. Bertemakan, Berfikir Komprehensif Bertindak Strategis dan Solutif menjadi bahasan dalam Rapat Kerja KKJ, Malang, Sabtu-Minggu (13-14/7/2019).

Arti perseduluran dalam terminologi bahasa Indonesia berarti persaudaraan. Konteks perseduluran berarti saling peduli, saling membantu, saling membangun dalam semangat kebersamaan untuk terus kompak dan membesarkan. Inilah yang kemudian menjadi falsafa juga daya dorong gerakan kelompok anak-anak muda ini. Membesarkan dimaknai membesarkan rasa, hati, jiwa dan semangat sesama dulur KKJ yang ada didalamnya.

KKJ yang bermula dari obrolan ringan santai beberapa tokoh muda yang menggawanginya yaitu Mas Abduh (M. Khoirul Abduh, Jombang), Mas Eki (Nur Subekhi, Malang), Mas Alfi (Alfi Nurhidayat, Malang), Gus Solikh (Solikhul Huda, Surabaya), Gus Salam (Abdus Salam, Kertosono), dan beberapa tokoh muda lainnya yang turut diskusi cangkrukan tersebut.

Ide nama Kebon Jambu ini berasal dari Pak Fakhrudin Fahmi (Ketua Dikdasmen PDM Jombang), setelah berkumpul cangkrukan berkembang muncul ide lagi tentang formalitas kajian yang disertai data dan analisa yaitu Kedai Jambu Institut (KJI) dan portal media online pijarnews.id sebagai wahana media informasi yang mengedepankan objektivitas, ketajaman, dan solutif untuk menyampaikan berbagai hal kejadian tentang sosial, agama, dan politik.

Kemudian kajian kultural KKJ ini dimotori oleh M Khoirul Abduh MSi sebagai Ketua, ia adalah tokoh Muhammadiyah di Jombang sekaligus termasuk di jajaran 13 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang, juga mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur (PWPM Jatim) periode 2010 – 2014, dan Sekretaris KKJ yaitu Solikhul Huda MFil, merupakan aktifis Muhammadiyah dan Dosen UM Surabaya. Dan KKJ telah beranggotakan lebih dari 100 orang yang tersebar di seluruh daerah Jawa Timur, mulai Surabaya, Lamongan, Sidoarjo, Malang, Batu, Nganjuk, Ponorogo, Pasuruan, Probolinggo, hingga Banyuwangi, dan Madura raya.

Kajian Kebon Jambu selanjutnya resmi disebut KKJ adalah kajian yang membahas tentang sosial, agama, dan politik berdasarkan teori, fakta dan data dilapangan untuk diteliti, dianalisa, difahami dan disikapi secara arif dan bijaksana dengan solusi yang riil dan rasional. Kajian ini disebut Kajian Kebon Jambu karena tempatnya berada di rumah dan halaman besar ditanami pepohonan rindang, tidak lain adalah rumah M Khoirul Abduh MSi, yang berdomisili di desa Jambu Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

BACA JUGA :  Semiloka MPM PP Muhammadiyah, Hasilkan Rekomendasi untuk Muktamar

KKJ merupakan kajian kultural lintas pemikiran dan lintas profesi, ada akademisi, guru, pengusaha, politisi, ustadz/ulama, yang kemudian kajiannya di intensifkan dalam satu petiodesasi. Kajian dengan memiliki tema khusus dibahas hingga akarnya sehingga muncul analisa dan sikap serta solusi nyata untuk diterapkan. Pembahasan/kajiannya dilakukan dalam kurun waktu tertentu yaitu 2 bulanan dan tempat kajiannya pun bisa bertempat di Desa Jambu – Jombang atau berpindah-pindah sesuai domisili dulur KKJ.

Di KKJ ada kajian agama, sosial, dan politik, dimana masing-masing spesifikasi kajian memiliki ahli atau mentor yang kapabel dibidangnya secara teori maupun praktiknya, baik ditingka lokal, regional, dan nasional, bahkan internasional.

Kekuatan KKJ terletak pada semangat kebersamaan dan seduluran yang telah lama dibangun. Jika satu lemah yang lain menguatkan, jika yang satu kekurangan yang lain bisa menambahkan, jika yang satu butuh yang lain bisa memberikan, dan seterusnya.

Penempaan dulur KKJ dilakukan beberapa pendekatan dan diskusi intensif guna menambah kualitas khasanah wacana dan wawasan keilmuan, sikap dan prilaku ditengah masyarakat.

Apalagi saat ini, masyarakat memiliki karakter sensitifitas yang tinggi terhadap perbedaan dan perubahan disekitarnya, baik oleh pengaruh internal ataupun pengaruh dari eksternal.

KKJ melihat persoalan kemasyarakatan yang terjadi, baik kecil atau besar tidak bisa dibilang remeh dan tidak penting, bahkan jika masyarakat yang semula sopan dan santun tapi tiba-tiba berubah menjadi brutal dan anarkis dikarenakan sesuatu dan lain hal, ini merupakan tanggungjawab kita bersama untuk ikut serta mengantisipasi dan mencegah, menjaga/merawat, dan membenahi secara langsung ataupun tidak langsung ditengah masyarakat.

Maka melalui KKJ inilah kumpulan lintas pemikiran dan lintas profesi berusaha memberikan sumbangsih terbaik yang dimiliki baik solusi seketika ataupun solusi berkesinambungan dengan pihak-pihak stakeholder terkait. KKJ memang bukan kumpulan orang hebat yang sok jadi pahlawan, tapi sekedar ingin memikirkan dan berbuat solusi yang terbaik untuk kebaikan dan kemanfaatan bagi sesama, karena tergerak dalam kebaikan dan kemanfaatan adalah panggilan hati nurani setiap dulur KKJ. (Wok/DL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here