Foto Nu'man Iskandar

Oleh: Nu’man Iskandar*

Pernahkah anda berbuat baik, tapi justru kebaikan tersebut dipandang sebagai keburukan oleh orag lain? Sebaliknya, kebaikan yang anda lakukan tersebut justru menimbulkan fitnah untuk anda.

Atau misalnya anda membantu seseorang dalam kebaikan, lalu orang tersebut lupa kepada anda atau sekarang justru memusuhi? Atau justru sekarang membuat kesulitan bagi anda?

Diatas adalah hanya sepenggal pertanyaan yang hampir setiap kita mungkin pernah mengalaminya. Ada banyak sekali pertanyaan serupa yang barangkali jika dibuat list-nya, seluruh kertas yang ada dimuka bumi ini tidak cukup untuk mencatatnya.

Sangat manusiawi jika kemudian kita sedih dan kecewa, atau bahkan marah. Sangat manusiawi juga jika kemudian kita membalas dengan keburukan serupa yang setimpal.

Tapi Islam tidak mengajarkan itu. Islam justru mengajarkan agar kita membalasnya dengan kebaikan. Dalam Al Qur’an disebut: jadikan sholat dan sabar sebagai penolongmu. Sholat itu bermakna ketaqwaan yang bisa mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Sedangkan sabar, itu bentuk integral dari kepasrahan, keikhlasan dan ketabahan. Yaitu, kita meyakini Allah berkuasa atas segala hidup kita.

Ini artinya, sifat-sifat manusiawi belum tentu sejalan dengan ajaran Islam, yaitu ketika sifat manusiawi yang memiliki makna negatif. Tidak mudah memang, tapi siapapun kita musti menjadikan sholat dan sabar ini sebagai pedoman. Ini adalah kunci.

Untuk apa? Karena apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Maknanya, setiap kesulitan dan kesusuhan yang kita hadapi adalah bagian hidup yang kita lalui. Kesulitan yang kita hadapi dalam berdakwah mengasah ilmu kita juga, bahwa kita perlu melakukan evaluasi diri. Memperbaiki yang salah, dan semakin meningkatkan yang sudah baik menjadi lebih baik.

BACA JUGA :  Sentralitas Keputusan Politik di Indonesia

Sesulit apapun itu, itu adalah cobaan yang telah Allah ukur bahwa kita mampu menjalaninya. Kita diberi anugrah Allah untuk mampu, tapi karena nafsu kita menjadikan semua berat.

Karena itu, teruslah berbuat baik dengan berbagai kondisi sulit. Kita tidak boleh menyerah, karena kebaikan itu yang akan mengantarkan kita pada kebahagiaan. Dengan sholat dan sabar, kita bisa menggapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Harapan bagi kita setiap muslim.

Kepada orang yang berbuat buruk pada kita, kita hanya cukup lebih berhati-hati saja bahwa agar jangan keburukan dan hal negatif yang pernah terjadi tidak terulang lagi. Allah selalu bersama orang-orang yang sholat dan sabar.

*) Pegiat Kajian Kebon Jambu/ KKJ Jombang Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here