Covid19
ILUSTRASI. Mobilitas masyarakat membuat kasus Covid-19 semakin tak terkendali. (Ilustrasi/Pixabay)

PIJARNEWS.ID – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menilai kasus penularan Covid-19 di Indonesia kian tak terkendali. Terakhir, pada Selasa (26/1/2021) angka positif Covid-19 tembus 1.012.350 kasus.

Adib Khumaidi selaku Ketua Tim Mitigasi PB IDI mengatakan bahwa penyebab tak terkendalinya laju penularan Covid-19 salah satunya dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat.

“Situasi penularan Covid saat ini semakin tidak terkendali, terutama karena aktifitas mobilitas masyarakat semakin meningkat,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (28/1/2021).

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah menigkatkan upaya pemeriksaan atau testing kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi kasus Covid-19 lebih dini.

Selain itu, testing diperlukan untuk melakukan penelusuran kontak erat atau contact tracing dan evaluasi penyembuhan Covid-19.

“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus meningkatkan strategi testing secara serentak bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga nantinya dapat menentukan diagnosa sedari dini agar dapat dilakukan penindakan segera bagi yang terkonfirmasi positif,” ujar adib.

“Testing ini dibutuhkan untuk bukan hanya screening, tapi juga tracing dan evaluasi penyembuhan,” imbuhnya.

Peningkatan testing ini, lanjutnya, juga perlu dilakukan sebab angka testing di Indonesia masih kurang dari 5% dari jumlah total penduduk yang ada.

“Sekarang angka testing di Indonesia masih baru mencapai kurang dari lima persen dari total populasi penduduk Indonesia,” katanya.

Tim Mitigasi PB IDI juga mengimbau kepada pemerintah pusat dan daerah serta pengelola fasilitas kesehatan untuk segera memberikan tes Covid-19 secara rutin untuk tenaga kesehatan dan medis.

BACA JUGA :  Puluhan Elemen Masyarakat Beserta Aparat Keamanan Ikuti Pelatihan SAR

“[Tujuannya] untuk mengetahui status kondisi kesehatan terkini para pekerja medis dan kesehatan yang bertugas menangani pasien,” katanya.

Testing untuk tenaga medis ini juga juga berkaitan dengan bertambahnya jumlah kematian tenaga kesehatan dan petugas medis. Catatan terbaru PB IDI per 27 Januari 2021, setidaknya sudah ada 647 tenaga kesehatan dan medis yang meninggal karena terpapar Covid-19, dengan rincian 289 dokter (16 guru besar) dan 27 dokter gigi (3 guru besar), 221 perawat, 84 bidan, 11 apoteker, dan 15 tenaga lab.

Berdasarkan perbandingan statistik testing dan populasi, kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia dan masuk 3 besar dunia. (fzi/mad)