Napak Tilas Salah Satu Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

0
126
Mojokerto
Penampakan Candi Cungkup di Desa Kesiman, Kabupaten Mojokerto, struktur Candi ini terdiri dari kaki dan badan Candi. (Rama/PIJARNEWS.ID)

MOJOKERTO, PIJARNEWS.ID – Mojokerto memiliki beragam candi peninggalan kerajaan Hindu Budha. Keindahan pada struktur batunya yang bertumpuk, beserta relief yang menyimpan sejuta cerita bersejarah tentu menambah kekaguman bagi wisatawan ketika melihat bangunan tersebut.

Candi Cungkup misalnya, berada di Desa Kesiman Tengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, candi ini memiliki tinggi 5 meter dan keempat sisinya memiliki lebar 8 meter.

Dari Kabupaten Mojokerto, perjalanan ditempuh hampir satu jam menggunakan sepeda motor. Jarak antara Kabupaten Mojokerto dengan lokasi candi kira-kira 20 KM.

Jalur yang bisa dilewati oleh sepeda motor dan penuh dengan kerikil, berkelok kelok, menanjak dan menurun, serta di samping jalan terdapat pemandangan sawah lengkap dengan sistem pengairannya, menghiasi perjalanan kami menuju Candi Cungkup.

Sujiono (40), penjaga Candi Cungkup yang juga merupakan warga Desa Kesiman Tengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, mengatakan, Candi Cungkup sudah ditemukan sejak zaman penjajahan Belanda. Kendati sudah ditemukan, kurangnya informasi tentang berdirinya candi tersebut membuat candi ini jarang diketahui oleh masyarakat.

Kang Ega, salah satu anggota komunitas Mojopahit Study Club, mengatakan Candi Cungkup memiliki enam relief dengan berbagai cerita.

“Keenam relief bercerita tentang pengadukan samudra mantana, cerita kelinci, cerita kinari, cerita hanoman, dan cerita nandaka,” kata Kang Ega, Jum’at (29/1/2021).

Kang Ega menambahkan, baik sejak ditemukan pada jaman Belanda, maupun penelitian terbaru tentang Candi Cungkup tidak ditemukan angka tahun berdirinya candi tersebut.

BACA JUGA :  Mengintip Kampung Kerajinan Arca di Mojokerto, Tembus Pangsa Pasar Internasional

“Selain tidak ditemukan tahun berdirinya candi tersebut, juga ditemukan peninggalan lainnya pada Candi Cungkup, seperti artefak dan arca,” imbuhnya.

Tetapi, lanjut Kang Ega, dari relief candi tersebut, terdapat cerita jaman kerajaan Kediri dan masa akhir kerajaan Majapahit.

“Struktur bangunan Candi Cungkup sebagian besar terbuat dari batu andesit. Struktur candi ini terdiri dari kaki dan tubuh candi, namun tidak ditemukannya atap candi,” jelasnya.

Masih kata Kang Ega, Candi Cungkup merupakan satu-satunya candi di Mojokerto yang terbuat dari batu andesit. Nama cungkup sendiri memiliki arti ujung bangunan suci.

“Sebagian besar candi di Mojokerto strukturnya terbuat dari batu bata merah,” tandas Ega. (ram/mad)