Jakarta
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ketika mengunjungi PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jum'at (29/1/2021). (Rama/PIJARNEWS.ID)

JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuturkan, dalam mengatasi masyarakat yang terpapar radikalisasi global, Kepolisian tidak lagi menggunakan istilah deradikalisasi, namun akan menggunakan pendekatan moderasi beragama.

“Kami sami’na wa atho’na dengan menggunakan pendekatan moderasi beragama dalam mengatasi persoalan radikalisasi,” ucap Listyo, saat bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/1/2021).

Listyo menambahkan, silaturahmi yang dilakukan juga sebagai bentuk menguatkan, dan meningkatkan sinergi antara Kepolisian, dengan Muhammadiyah.

“Kami ingin merangkul semua pihak, khususnya dengan ulama dan semua ormas. Apalagi Muhammadiyah adalah salah satu organisasi umat terbesar dari tahun 1912, sehingga wajib bagi kami untuk bisa bersinergi,” tegasnya.

Dalam menjalankan penegakan hukum, kata Listyo, pihaknya akan mengedepankan humanisme dan menjadikan Kepolisian sebagai lembaga yang transparan dalam melayani masyarakat.

“Untuk itu, kami harus terus mendapatkan masukan. Karena memang, kami tidak bisa melihat potret kami sendiri. Jadi harus ada yang memotret, dan yang melakukannya adalah dari bapak-bapak di Muhammadiyah serta ibu-ibu di ‘Aisyiyah,” pungkasnya. (ram/mad)

BACA JUGA :  Kapolda Jatim Tinjau Vaksin Covid-19 di Dinkes Jatim