Banjarmasin
Gambar Ilustrasi. (Shutterstock)

BANJARMASIN, PIJARNEWS.ID – Sebuah video pendek yang berisi konten kekerasan beredar di media sosial. Dalam video tersebut, dua orang perempuan menendangi dan menampar seorang kawannya dalam sebuah kamar hotel di Banjarmasin.

Kabarnya, dua perempuan yang berbuat keji itu adalah warga kawasan Pasar Binjai Kelayan A Banjarmasin. Setelah video itu viral, kini keduanya diburu polisi.

Dilansir dari koranbanjar, Kanit Reskrim Banjarmasin Tengah, Ipda I Gusti Ngurah Utama Putra mengaku kalau pihaknya sementara menyelidiki kasus tersebut dan mencari pelakunya.

“Iya benar, kejadian dalam video itu katanya pada malam Minggu di sebuah hotel yang beralamat di Jalan HM Hasanuddin Banjarmasin, dan kami sudah menyelidikinya,” kata Putra.

Sementara hotel yang ditempati dua perempuan yang menyiksa rekannya berada di Jalan Hasanuddin Banjarmasin, yakni Hotel Rindang. Penjaga Hotel Rindang juga mengaku. “Kejadian itu terjadi tanggal 24 Januari lalu,” ujar si penjaga.

Sebelumnya, diketahui dari beberapa informasi ditambah keterangan Kanit Polsek Banjarmasin Tengah, penganiayaan itu terjadi di Hotel Rindang Jalan HM Hasanuddin Banjarmasin. Dalam video itu, dua orang perempuan memukul dan menendang rekannya yang memakai daster. Korban dalam video tersebut hanya tersandar di tembok sembari menangis menerima pukulan dan tendangan yang dilancarkan dua pelaku.

Tak lama setelah diselidiki, dua pelaku tersebut kemudian ditangkap, menyusul dua orang lagi. Ternyata, pelaku ada empat orang. Itu diakui Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kalsel, AKBP Andy Rahmansyah. “Kami berhasil amankan 4 orang pelaku penganiayaan anak di bawah umur,” terangnya.

BACA JUGA :  Rakor Divisi PHL Bawaslu Mojokerto untuk Pengawasan Rekrutmen PPK

“Identitas tersangka yakni AN, FTR, RY dan RM.”

Korban yang berinisial AN (17) setelah dihajar, langsung melapor ke polisi. Dalam keadaan trauma, ia menceritakan kronologi saat dirinya disiksa di Hotel Rindang.

Menurutnya, pelaku lebih dari dua orang. Semua adalah teman yang baru beberapa bulan dikenalnya. Apa alasannya ia dihajar? Kata AN, semua berawal dari baju, lelaki, dan korban yang enggan “dijual” oleh pelaku.

“Kata teman-teman, dia mau menjual saya, tapi saya tidak mau. Malam itu memang ada beberapa pria mendatangi kamar [hotel] saya, tapi saya bilang mungkin Anda salah kamar. Mungkin itu yang membuat pelaku kesal sama saya,” terang AN.

AN melanjutkan, pelaku memang diketahui kerap menjalankan praktik prostitusi. “Kalau korban tidak mau, pasti dipukuli.”

Diceritakan pula bahwa saat itu AN mendatangi Hotel Rindang dan menginap di sana. AN menginap sendiri di kamar lantai 2, sementara pelaku di lantai 3. Mengetahui hal itu, seorang pelaku langsung merangsek ke kamar AN kemudian memukulinya.

Pelaku lain lalu ikut menghajar AN. Ada juga seorang lelaki yang menjadi saksi. Lelaki itu tak berani melerai karena takut dengan pelaku.

Usai kejadian, keluarga AN mencari pelaku. Berniat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Namun sayang, pelaku menghilang dan itu membuat keluarga AN menempuh jalur hukum. (fzi/mad)