Surabaya
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika memberikan sambutan dalam acara pelepasan kapal kemanusiaan, Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu siang (30/1/2021). (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengucapkan syukur, usai sembuh dari virus corona. Beberapa hari yang lalu, Khofifah telah menjalani swab test dan hasilnya dinyatakan negatif.

“Pertama-tama alhamdulillah berkat do’a dan support dari masyarakat. Sehingga saya sudah beraktivitas di luar ruangan isolasi,” ujarnya, usai menghadiri acara pemberangkatan Kapal Kemanusiaan, Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu siang (30/1/2021).

Khofifah mengaku, dalam sehari bisa menghadiri kegiatan secara virtual rata-rata 4 sampai 5 kali. Bahkan, Sabtu dan Minggu bersama jajaran OPD dan OPT terus menyusun program. Tentunya, tak lepas dari proses yang panjang.

“Berkaitan dengan bantuan Kalsel dan Sulbar, pemprov bersama kapal KRI Banda Aceh tanggal 26 kemarin. Tanggal 27 sudah sampai di Banjarmasin. Tanggal 29 sudah jalan ke Mamuju. Mungkin hari ini sudah loading,” terang Khofifah.

“Terima kasih kepada ACT. Saya sudah mengenalnya cukup lama. Satu komitmen yang kuat dalam membangun persaudaraan kemanusiaan, baik dalam dan luar negeri,” sambungnya.

Menurutnya, ini memberikan penguatan kepada Masyarakat Jatim. Sebelumnya di bulan Desember lalu, bersama YP3I, telah mensupport masyarakat berbagai bantuan. Ada juga bantuan bersifat produktif dan strategis jangka panjang. Yakni, penyiapan lahan sawah produktivitas dengan luas 1 hektar bisa menghasilkan 16 ton.

“Pada posisi seperti ini, saya minta Kepala Dinas Pertanian untuk ketemu dengan pakar menyiapkan lahan dengan produktivitas hingga 16 ton. kalau ini bisa merata, maka petani Jatim dan daerah lain di Indonesia sejahtera. Petani bisa produktif dengan mekanisme yang sudah disiapkan oleh tim, bisa menanam 500 hektar,” jelas Khofifah.

BACA JUGA :  Program Pemulihan, Muhammadiyah Dampingi Warga Sulbar Kenali Gempa Bumi

Sehingga, tuntas Khofifah, akan ada berkelanjutan hingga pemberdayaan yang diharapkan agar bisa mewujudkan percepatan kesejahteraan rakyat Jatim dan Indonesia. (ram/mad)