Pemkot
Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Bhuana, ketika mendatangi Graha YKP bersama Wamenkes, Minggu (31/1/2021). (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Pemerintah Kota Surabaya tengah mendata sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, setelah tenaga kesehatan sebagai skala prioritas.

Rinciannya, pegawai pemerintahan yang bertugas sebagai pelayanan publik. Disusul, TNI, Polri, Satpol PP dan ASN di dinsos dan dispendukcapil. Selain itu, pemkot akan menambah fasilitas pelayanan kesehatan sebanyak 159.

Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Bhuana, menjelaskan, selain kepada ASN, pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat juga membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih banyak lagi, supaya cepat. Sehingga, lanjut Whisnu, akan ada penambahan 159 titik pelayanan kesehatan.

Sebelumnya sudah ada 111, 48 rumah sakit, 63 puskesmas. Kalau ditambah jadi 270. Jika dalam satu titik bisa menerima 50 orang tanpa ada kerumunan. Maka, jika ditotal seluruhnya bisa mencapai 10 ribu lebih.

“Sehingga target kami 6 bulan bisa selesai seluruh masyarakat surabaya,” terangnya, usai meninjau kegiatan vaksinasi covid, Graha YKP, Jalan Medokan Asri Utara 39, Kecamatan Rungkut, Minggu siang (31/1/2021).

“Storagenya juga kami siapkan, akan kami evaluasi kesiapannya titik titik itu dan lokasinya mendekati keramaian,” sambungnya.

Terkait kegiatan sidak bersama Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono Harbuwono, Whisnu berharap, bisa memberikan contoh bagi daerah lain. Artinya ada sistem yang bisa diaplikasikan di daerah.

“Karena trouble awalnya adalah pendataan atau registrasi jadi masalah. Banyak yang belum terdaftar. Kami sudah punya sistem sendiri untuk pendaftaran. Melalui sistem manual juga, kami masukkan dengan sistem yang langsung diberi izin dengan pusat sehingga tidak terjadi kesulitan,” jelas Whisnu

BACA JUGA :  Haedar Nashir Prihatin dengan Fenomena Kerajaan Palsu

Jadi, kata Whisnu, banyak nakes yang belum terdaftar datang pagi hari dengan membawa persyaratan untuk didaftarkan. Asalkan menunjukkan bahwa nakes bekerja di Surabaya.

Menurutnya, ini menunjukkan bahwa pemkot memang siap melakukan vaksinasi nasional. Dengan sistem yang dibangun bersama jajarannya, dinas kesehatan terutama, mendapatkan apresiasi dari wamenkes.

“Semoga bisa menjadi percontohan nasional. Beberapa perbaikan seperti tadi ada yang ditunda sarannya tidak harus dibatalkan. Sepertinya, tensinya tinggi cukup ditunda. Kalau diabet tapi dalam proses tiap hari minum obat dan kadar gulanya tinggi, ditunda jangan dibatalkan,” terang Whisnu.

“Tapi ada yang harus dibatalkan kayak ibu menyusui beberapa saran dari pak wamenkes jadi perbaikan juga jadi tidak semata mata dibatalkan,” imbuhnya.

Pemkot menargetkan, semua nakes rampung divaksinasi hari ini. Hingga kini, sudah 1274 orang yang telah divaksin Covid-19. (ram/mad)