Atasi Kobaran Si Jago Merah, PMK Surabaya Perbanyak Armada

0
45
Surabaya
Petugas PMK Surabaya, memeriksa perlengkapan pada mobil damkar kota surabaya, Jalan Pasar Turi, Kecamatan Bubutan, Selasa (2/2/2021). (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Kasie Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Trianjaya, menuturkan, Kedepan ada beberapa tempat yang nantinya sudah disiapkan. Termasuk di Rungkut Sier akan dialihkan ke Margorejo. Supaya jarak manajemen pelayanannya lebih dekat.

“Unit kami 5 rayon dan 16 unit. Jadi jumlahnya 21 armada. Terdiri dari walang kadung 5, walang kekek 2, mobil damkar total 75,” ujarnya, Selasa (2/2/2021).

Selain itu, Pemkot Surabaya telah membuat sumur kebakaran dengan jumlah sekitar 500 titik yang tersebar di berbagai wilayah. Agar kondisinya tetap berfungsi, setiap rayon pmk juga melakukan upaya pemeliharaan.

Selama menghadapi kebakaran, petugas menemukan beberapa kendala ketika menjinakkan si jago merah. Paling sering menemui akses jalan yang sempit, banyaknya portal di gang, hingga polisi tidur kerap ditemui di pemukiman penduduk.

Trianjaya juga menyebutkan, petugas beberapa kali pernah mendapatkan “Ayu Ting Ting”, atau laporan kebakaran palsu dari masyarakat. Namun, hal itu sudah biasa dan merupakan resiko ketika menjadi personil petugas pemadam kebakaran (PMK).

“Ketika ada laporan kebakaran dari masyarakat. Kami tidak berpikir bahwa itu alamat palsu. Tetap berangkat dan prosedur seperti biasa. Sekalipun meluncurkan 10 unit. Lebih baik kecele daripada kecolongan,” tuturnya.

Disinggung soal bangunan yang aman dari kebakaran, Trianjaya menilai, pemilik atau pengelola harus memperhatikan khusus jaringan listrik. Minimal diperbaharui tiap 5 atau 10 tahun. Selama ini, masyarakat menyepelekan hal tersebut.

BACA JUGA :  Forkopimda Jatim Sidak Hari Pertama Penerapan PPKM di Surabaya, Tidak Ditemukan Pelanggaran

“Listrik diperiksa dulu sebelum bepergian. Dimatikan dan dicabut kabel kabelnya,” imbuhnya.

Trianjaya berharap,masyarakat tidak lupa mematikan kompor ketika hendak keluar rumah. Terutama saat memasak dan seringkali pemilik rumah keluar membeli keperluan.

“Masyarakat jangan membakar sampah. Takutnya menjalar dengan cepat. Ditumpuk aja biar Dinas DKRTH yang mengambilnya,”pesannya. (ram/mad)