RSNU
ILUSTRASI. Sepanjang tahun 2021 RSNU Tuban layani operasi katarak gratis. (Ilustrasi/Pixabay)

TUBAN, PIJARNEWS.ID – Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Tuban membuka layanan operasi katarak gratis sepanjang 2021. Operasi katarak ini menggunakan teknologi modern dengan tenaga ahli profesional dan tanpa dipungut biaya.

Warga cukup menyertakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) asli dari desa atau kelurahan. Kelengkapan lain di antaranya fotocopy e-KTP dan kartu keluarga (KK) masing-masing dua lembar serta tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan.

Pasien cukup menyertakan syarat tersebut dan memberikan nomor hp yang bisa dihubungi. Direktur RSNU Tuban dr. Didik Suharsoyo mengatakan operasi katarak gratis ini merupakan program rumah sakit untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini tidak memiliki BPJS.

Hanya dengan menyertakan persyaratan tersebut di atas, semua pasien tak mampu akan dilayani mulai operasi dan pengobatannya secara gratis. “Program ini berlaku sepanjang tahun 2021 untuk meringankan beban sesama,” ujarnya.

RSNU menjadi satu-satunya rumah sakit di Tuban yang mengantongi Gold Flag atau bendera emas Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari Kementerian Tenaga Kerja, sekaligus terakreditasi paripurna bintang lima. Dua keberhasilan tersebut mengukuhkan RSNU sebagai rumah sakit swasta terbaik di Tuban. Yang mampu memenuhi semua hak pasien dan keluarganya.

Manajer Risiko RSNU Tuban dr. Dewi Trisnowati mengatakan gold flag SMK3 adalah nilai yang diberikan Kementerian Tenaga Kerja untuk kinerja rumah sakit yang mampu menjalankan fungsi K3 di atas nilai 85.

BACA JUGA :  Alfi Nurhidayat Bicara Karakter Kependekaran Bagi Kader Tapak Suci

Sementara akreditasi paripurna adalah tingkat kelulusan tertinggi yang dapat diraih rumah sakit yang mampu menunjukkan kinerja terbaik dengan 15 indikator penilaian.

Indikator penilaian akreditas dimulai dengan sasaran keselamatan pasien (SKP), akses ke RS dan kontinuitas pelayanan (ARK), hak pasien dan keluarga (HPK), asesmen pasien (AP), pelayanan dan asuhan pasien (PAP), pelayanan anestesi dan bedah (PAB), dan pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat (PKPO).

Selanjutnya manajemen komunikasi dan edukasi (MKE), peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP), tata kelola RS (TKRS), manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK), pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), manajemen informasi dan rekam medis (MIRM), program nasional (Prognas), dan integrasi pendidikan kesehatan dalam pelayanan RS (IPKP).

Dari indikator penilaian yang ada inilah, RSNU mampu menunjukkan kualitasnya dengan berhasil meraih predikat paripurna atau akreditasi tertinggi yang diberikan untuk rumah sakit. Selain dua prestasi di atas, saat ini RSNU juga menerapkan Lean Managemen.

Audit terkait 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) tiap bulannya. Seluruh unit yang ada di RSNU dimaksimalkan sebagai motor penggerak atau disebut Kaizen Warrior.

Kaizen dalam Bahasa Jepang artinya perbaikan terus menerus. Program Kaizen Warrior memiliki arti seluruh karyawan RSNU merupakan pejuang agar membenahi dan memperbaiki kualitas secara terus menerus tanpa terputus. (fzi/mad)