Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Lamongan Capai 57,37 Persen

0
13
Vaksin
Vaksinasi di Kabupaten Lamongan di atas 50 persen. (Foto/LM Otero)

LAMONGAN, PIJARNEWS.ID – Dibandingkan kabupaten lainnya di Jawa Timur, dalam pelaksanan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Lamongan mencapai 57,73 Persen atau 3.135 Orang.

Namun di sisi lain, sebanyak 151 orang harus menunda vaksin yang dikarenakan tidak lolos skrining. ‘’Ada yang tunda vaksin, sekitar 151 orang,’’ kata Koordinator Bidang Promotif dan Preventif Satgas Covid-19 Lamongan, dr Taufik Hidayat, Minggu (31/1/2021).

Menurutnya mereka tidak lolos skrining, karena berstatus kontak erat dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19. Selain itu juga karena kurang sehat saat akan divaksin.

Taufik mengungkapkan, pelaksanan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Lamongan mencapai 57,73 Persen atau 3.135 Orang hingga hari ketiga kemarin. Pencapaian ini cukup baik karena rata-rata kabupaten/kota di Jawa Timur masih di bawah 50 persen.

‘’Alhamdulillah capaian kita di atas 50 persen hari ketiga, jika ditambah hari keempat kemungkinan bisa mencapai 75 persen,” ujarnya.

Menurutnya, update realisasi vaksinasi dirilis oleh sistem satu data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Sehingga daerah tidak boleh mengeluarkan data sebelum diolah Kemenkes. Namun, Taufik optimistis pelaksanaan vaksin suntikan pertama di Lamongan bisa tuntas dalam kurun waktu lima hari.

“Maksimal satu minggu pelaksanaannya, karena kita ada yang tunda vaksin,’’ katanya.

Taufik pun mengungkapkan, vaksinasi tahap satu di Lamongan sebanyak 5.450 orang dengan jumlah 5.430 orang sudah melakukan registrasi bersedia, dengan sasaran para sumber daya manusia kesehatan (SDMK)/tenaga kesehatan (nakes) dan pejabat role model.

BACA JUGA :  Tolak Tambang Emas Ilegal, Bupati Aceh Desak Aparat Agar Segera Menghentikan Aktivitas Pertambangan

Data ini masih terus berubah dan menyesuaikan verifikasi dari Kemenkes. Lamongan juga sudah didroping vaksin untuk suntikan kedua dengan jumlah 6.200 vial atau botol kecil, direncanakan pada 11 Februari mendatang.

“Vaksinasi tahap kedua untuk umum masih menunggu instruksi kementerian, sebab pelaksanaan dipastikan berurutan dari instansi teratas,” kata Taufik.

Taufik mengklaim tidak ada efek negatif yang serius selama pelaksanaan vaksinasi. Hanya kram dan biasanya dua hari sudah hilang. Kemudian untuk gejala pusing, mual, bahkan pingsan tidak ada.

‘’Semua petugas vaksinator terus melaporkan kondisi di lapangan. Terkait penyelenggaraan vaksinasi mandiri, belum ada edaran resminya,’’ imbuhnya. (fzi/mad)