Demokrat
Plt Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Elistianto Dardak. (Udin/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Isu kudeta Partai Demokrat disebut tidak berdampak secara psikologis kepada pengurus di daerah. Di Jawa Timur, seluruh pengurus cabang menyatakan tetap setia kepada Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurut Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Emil Elistianto Dardak, sebanyak 34 pengurus DPC Partai Demokrat se-Jawa Timur tetap berkomitmen mendukung pemimpin sah yang terpilih dalam kongres Partai Demokrat 2020 lalu. “Semua pengurus DPC dan DPD Partai Demokrat Jatim tetap setia kepada Mas AHY, pemimpin yang terpilih secara sah dalam kongres tahun lalu,” terangnya dikonfirmasi Selasa (2/2/2021).

Bahkan kata Wakil Gubernur Jawa Timur ini, para pengurus DPC se-Jawa Timur sudah menegaskan komitmennya dalam surat tertulis. “Para pengurus sudah menegaskan komitmen tetap mendukung AHY dalam pernyataan tertulis,” tegasnya.

Isu yang berkembang di tingkat elite kata dia tidak berdampak di daerah. Pengurus dan kader Partai Demokrat di daerah tetap kondusif dan beraktifitas melakukan kerja-kerja politik yang berpihak kepada masyarakat.

Sebelumnya, AHY menyebut ada gerakan yang ingin mengambil alih posisi ketua umum partainya secara paksa. AHY menuding ada pejabat pemerintahan di lingkaran dekat Presiden Joko Widodo yang terlibat dalam gerakan “kudeta” tersebut.

“Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo,” kata AHY dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Agus Yudhoyono, Senin (1/2/2021).

BACA JUGA :  Mengenal RSDC, Program Non Komersial UMM yang Bekali Pelatihan Kerja Kaum Duafa

Dalam konferensi pers, AHY tidak menyebut nama pejabat yang dimaksud. Namun, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut pejabat yang dimaksud adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko. AHY mengungkapkan, gerakan kudeta itu didalangi oleh lima orang, salah satunya sosok yang ia sebut sebagai pejabat pemerintah.

Empat orang lainnya berasal dari Partai Demokrat, yakni seorang kader aktif, kader yang sudah enam tahun tidak aktif, mantan kader yang sudah sembilan tahun dipecat, dan satu mantan kader yang keluar dari partai sejak tiga tahun lalu.

AHY mengatakan, upaya kudeta tersebut rencananya dilakukan melalui kongres luar biasa (KLB). Ia menyebut sejumlah kader Partai Demokrat telah dihubungi dan diajak untuk mengganti Ketua Umum Partai Demokrat. (din/mad)