Sesi foto bersama usai Workshop. (Foto: A. Salam)

Surabaya – Workshop tingkat Kota program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) berlangsung kemarin (29/08/19). Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Pemrintah Kota Surabaya, bertempat di Hotel Neo Gubeng Jln. Jawa No. 17-19 Kota Surabaya.

Dihaadiri sejumlah 30 peserta dari beberapa unsur Organisasi Perangkat Desa/ OPD, Perguruan Tinggi, Perwakilan Masyarakat (FKA BKM Kota Surabaya), Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat/ LSM dan Para Konsultan Pendamping.

Telah hadir Abdus Salam sebagai KOORKOT Kota Surabaya sekaligus pemateri Workshop, memaparkan materi terkait skala kawasan kolaborasi.

“Bahwa menuntaskan wilayah kumuh harus melibatkan semua pihak. Baik Kampus, LSM dan yang terpenting adalah kesadaran masyarkat sendiri bahwa masalah kekumuhan adalah msalah kita semua. Maka menuntaskannya harus bersama-sama.” Terang Abdus Salam.

Rekyan Puruhita Sari, Satker PKP KOTAKU Provinsi Jawa Timur selanjutnya menyampaikan terkait usulan skala kawasan dengan dana APBD, hal tersebut sudah tersedia namun masih terkendala, khusunya masalah permukiman.

“Perlu adanya koordinasi dan kolaborasi Satker Wiyung, BAPPEKO dan tim KOTAKU untuk percepatan penanganan kawasan kumuh kota Surabaya. Tahapan lelang akan berlangsung pada bulan September – Oktober.” Imbuh Rekyan.

Workshop telah menghasilkan 16 poin kesepakatan diantaranya terakit tandon air, masalah persampahan dan proteksi kebakaran di wilayah Wonokusumo. Ditutup dengan komitmen bersama Tim Pokja PKP untuk mendukung penanganan penuntasan wilayah kumuh prioritas 0 Ha kawasan di Kota Surabaya tahun 2019. (mra)

BACA JUGA :  Musypimda, M Syamsu: PDM Bojonegoro Perlu Siapkan Calon Pemimpin Tangguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here