Diprotes Penghuni Mall Cito, Rumah Sakit Siloam Masih Menunggu Izin

0
46
Surabaya
Drg Sian Tjoe,Project Manager RS Siloam Cito, ketika konferensi pers, Rabu siang (3/2/2021). (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Drg Sian Tjoe, Project Manager RS Siloam Cito, menjelaskan, rumah sakit ini akan dibuka khusus merawat Pasien Covid 19. Selain itu, juga diminta pemerintah, Kemenkes, BNPB, membantu meringankan kondisi yang semakin gawat darurat.

“Kami membantu demi kemanusiaan. Kami tidak berani memulai rumah sakit kalau belum ada izin,” ujar Sian dalam Konferensi Pers, Rabu siang (3/2/2021).

Sian juga memaparkan,Siloam sudah membuka banyak rumah sakit yang tersebar di titik rawan penularan covid. Semua sistem yang buat memiliki model pengudaraan yang baik. Serta sistem penanganan protokol kesehatan sesuai dengan Kemenkes dan WHO.

“Kami minta arahan dari dinkes, kemenkes dan membaca semua protokol yang dikeluarkan oleh who. Sistem pengudaraannya pun dilengkapi Hepa Filter,” ungkapnya.

“Nakes kami pun setiap 5 hari diperiksa darah serologi untuk melihat apakah terjangkit atau tidak. Saya sendiri setiap 7 hari diperiksa darah. Tentu saja harus mengikuti semua yang dilakukan pemerintah,” imbuh Sian.

Kehadiran bangunan tersebut, lanjut Sian, sudah mendapatkan peninjauan dari Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Menurutnya, Whisnu menyarankan,jalan keluar masuk antara pusat perbelanjaan dengan rumah sakit dipisah.

“Pemisahan jalan ini sudah kami lakukan, sudah menghubungi dishub. Saya juga sudah menghubungi lurah dan jajarannya mengadakan pendekatan dengan bu lurah. Minta arahan dan sesuai petunjuk pak wali kami membuka jalan dari arah belakang,” jelasnya.

BACA JUGA :  Covid-19 di Indonesia Tembus 1 Juta Kasus, Rumah Sakit Semakin Kolaps

Sehingga ambulan dan pasien yang memerlukan rawat inap atau UGD nantinya bisa akses dari belakang. Jalan pemisah juga yang tegas diberlakukan pengunjung.

“Gedung ini bukan di dalam mal. Gedung ini terpisah dan saya bisa yakinkan bahwa rumah sakit siloam ini tertutup semua. Jadi tidak ada akses yang bisa ditembus oleh udara atau apa pun juga,” tegasnya.

Disinggung soal Amdal, Sian menyebut, pihaknya sedang menanyakan kelanjutan izin tersebut. Namanya rumah sakit gawat darurat covid, semuanya pasti terburu buru. Untuk itu, Sian akan menanyakan lebih lanjut, mulai pembangunan sampai operasional.

“Inisiatif Pemerintah lewat kemenkes, terus BNPB pusat. Jadi ini kami membuka untuk mensupport pemerintah. Saya hari ini dapat informasi bahwa hari ini benar benar darurat, kondisi rumah sakit penuh di Jatim,” tuturnya.

“Sebetulnya sudah disiapkan sejak 6 tahun lalu. Tapi kami tidak meneruskan, memang diminta bantuan kedaruratan. Kami menunjukkan bahwa ada tempat yang sudah jadi, mau dipakai atau tidak. Kami hanya mendukung pemerintah,” imbuhnya.

Untuk saat ini, pihak rumah sakit masih menunggu izin dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan, tentang pelayanan terpadu di Surabaya. Kapasitas 105 dengan 3 ICU. Namun, sejauh ini lagi mempersiapkan 15 ICU.

“Karena ruangan ICU yang paling susah dicari. Sekarang masih 3 lantai. ICU di lantai 1 sebelah UGD,” pungkasnya. (ram/mad)