Pendidikan Karakter untuk Generasi yang Lebih Baik

0
53
character building
character building | PIJARNEWS.ID

Pendidikan karakter adalah suatu proses penanaman nilai-nilai dan moral bagi generasi bangsa. Ini dilakukan untuk membentuk karakter anak dan mendidik anak demi generasi yang lebih baik dalam pemenuhan ilmu pengetahuan. Ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dalam melaksanakan nilai-nilai tersebut, diantaranya nilai terhadap ketuhanan, diri sendiri, lingkungan, maupun nilai kebangsaan.

Pembentukan Karakter tidak Diperoleh Secara Instan

Pendidikan karakter yang dimaksud disini tak hanya meliputi pendidikan formal sebatas disekolah saja, tetapi pendidikan dari keluarga. Bahkan lingkungan pun dapat mempengaruhi karakter anak anak itu sendiri. Oleh karena itu manusia hidup di lingkungan sosial danĀ  budaya tertentu, tak jarang karakter yang ditumbuhkan pun berkutat tentang nilai dari budaya yang di amini dan tradisi yang berjalan disuatu daerah masing masing.

Melihat perlu adanya keseimbangan antara pendidikan akademik dan pendidikan karakter, seharusnya mendapatkan perhatian penting. Sehingga apabila keseimbangan ini sudah dilaksanakan, maka pendidikan akan menjadi dasar yang baik. Agar anak dapat berkembang dan berkualitas lewat aspek keilmuan, budaya, keimanan dan akhlak. Pembentukan karakter pun tidak bisa didapatkan secara instan, maka diperlukan pembiasaan, dan keteladanan.

Dengan ini anak harus dibiasakan melakukan hal-hal yang sudah dipelajari, misalnya merasa malu jika melakukan hal yang buruk dan tidak malu mengakui kesalahannya kepada orang lain. Pendidikan karakter dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya, budaya antri, budaya antikorupsi, kejujuran yang harus ditekankan, supaya bisa menjadi orang yang dapat dipercaya kedepannya.

Sosok yang Berpengaruh dalam Membentuk Karakter

Yang paling berperan dalam pembentukan karakter adalah orang tua, keluarga dekat, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Karena faktor-faktor inilah yang menjadikannya hal krusial yang berpengaruh pada perkembangan karakter anak tersebut. Orang tua adalah hal yang paling berperan dalam pembentukan karakter anak itu sendiri, karena orang tualah yang menjadi madrasah dan pendidikan pertama bagi anak anaknya.

Lingkup Keluarga

Pembentukan karakter oleh orang tua adalah hal yang sangat sederhana seperti, menghormati orang tua, mengucapkan salam, bertanggung jawab atas kewajibannya. Contohnya seperti membersihkan kamar sendiri, membantu orang tua, dan masih banyak lagi hal yang sederhana tapi pengaruhnya sangat besar dalam karakter anak tersebut.

Selain itu keluarga dekat juga sangat berpengaruh dalam membangun karakter anak itu sendiri, contohnya seperti kepada kakak atau adik selalu rukun dan damai, saling membantu satu sama lain, kakak tidak membuli adiknya, dan juga adik harus menghormati kakaknya. Pendidikan karakter yang kedua adalah lingkungan, seperti di sekolah dan di masyarakat.

Lingkungan Sekolah

Di sekolah dilatih dan diajarkan untuk mandiri, berinteraksi dengan teman, saling membantu antar teman, menghormati guru dan menghormati yang lebih tua. Di sekolah juga diajarkan dan dipersiapkan untuk terjun kedalam lingkungan masyarakat. Lingkungan masyarakat juga sangat berperan dalam pendidikan karakter, kerena lingkungan yang dipenuhi oleh orang baik dapat melahirkan karakter yang baik begitu juga sebaliknya.

BACA JUGA :  Surat Untukmu Agar Pulang

Dalam sejarahnya, pendidikan karakter telah ada saat kemerdekaan Indonesia. Yang telah dibuktikan dalam UUD, dasar pancasila yang menginginkan bangsa Indonesia menjadi bangsa berkarakter yang baik. Selain itu adanya ajaran agama yang mengajarkan bagaimana menjadi pribadi yang berkarakter baik dan berbudi pekerti. Pada tahun 2010 presiden Republik Indonesia yakni bapak Susilo Bambang Yudoyono bersama menteri pendidikan Muhammad Nuh.

Keduanya telah meresmikan lembaga-lembaga sekolah yang menerapkan pendidikan berbasis karakter, sehingga muncullah kurikulum berbasis karakter dan berbudi pekerti. Sehingga, karaktekteristik sebagai realisasi dan perkembangan positif dapat dilihat dari pengelolaan emosi. Interaksi dengan sosial etika yang terbangun dan perilaku yang ditunjukan kepada khalayak ramai.

Karakter Menentukan Kesuksesan Hidup Seseorang

Meningkatnya kenakalan remaja menjadi gambaran, bahwa pendidikan moral dan kepribadian yang didapatkan masih minim dan mengakibatkan rendahnya moral serta perilaku seorang anak. Adanya perkelahian, tawuran, menggambarkan realitas kurangnya pendidikan karakter yang massive. Dengan ini maka seharusnya lembaga pendidikan formal yang berperan juga dalam perkembangan karakter.

peningkatan peran dalam pembentukan kepribadian dan budi pekerti bias dilakukan melalui pendidikan karakter yang intensif. Dalam dunia pendidikan hal krusial yang menjadi faktor adalah guru dalam melaksaanakan pendidikan karakter. Pendidikan menjadi acuan untuk menilai apakah pendidikan yang diberi bermanfaat atau malah menjadi malapetaka? Karakter merupakan fondasi yang akan menjadi penunjang utama dalam kesuksesan hidup seseorang.

Karena sejatinya kermampuan teknis yang hebat, jika tidak dibarengi dengan kualitas karakter yang baik akan menjadi sia-sia. Anak tidak akan mampu menunjukan kerjasamanya yang baik dengan tim. Rendahnya empati terhadap sosial, dan kurangnya pemanfaatan karakter yang diajarkan akan menyebabkan anak berhadapan dengan konsekuensi terburuk, atas perilakunya.

Penanaman Karakter di Setiap Individu

Dengan ini, dapat disimpulkan bahwasannya bahwa karakter itu adalah persepsi tentang bagaimana dan apakah seseorang sudah mampu menerapkan moral dan nilai yang diajarkan. Hal ini akan tercermin dengan sangat jelas lewat perilakunya. Dapat juga didefinisikan karakter sebagai nilai mendasar yang ditanamkan kepada setiap individu. sebagai tiang untuk seseorang yang bisa berbuat baik dan menunjukan sifat yang tidak menyimpang dari nilai yang diajarkan.

Sehingga hal ini menjadi penentu berhasil atau tidaknya penerapan nilai dalam pendidikan karakter yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. Kerjasama antara setiap faktor penting seperti, keluarga dan lingkungan dalam pembentukan dan penerapan nilai yang diajarkan membuat pendidikan yang diberikan tidak sia-sia. Sehingga jika ini sudah mampu berjalan baik. Maka setiap orang akan menunjukan sikap dan perilaku terbaik mereka, untuk mengambarkan bahwa pendidikan karakter itu berhasil.

BACA: Pembaca PIJARNEWS.ID Menulis