Tuban
Pemkab Tuban melakukan razia PPKM di warkop yang melewati batas jam malam. (Foto/Bambang Pramono)

TUBAN, PIJARNEWS.ID – Menurunnya angka kasus positif dalam beberapa hari terakhir yang diprediksi dampak positif dari kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) seolah-olah pupus. Keadaan ini menyusul penambahan kasus terkonfirmasi baru yang kembali naik. Setelah beberapa hari turun hingga angka satu digit, kemarin (3/2/2021) melejit menjadi 37 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo menyampaikan, melejitnya jumlah kasus positif itu karena sampel swab yang diuji sangat banyak. Artinya, jika melihat hasil positifnya yang cukup banyak, maka transmisi atau penularan virus masih tinggi. “[Sampel swab] yang diuji memang banyak, maka hasilnya juga banyak,’’ katanya.

Soal pupusnya harapan, menurunnya angka kasus aktif dalam beberapa hari terakhir ini, menurut dia, ternyata bukan dampak dari penerapan PPKM. Bambang menegaskan, sejak awal pihaknya memang belum bisa memastikan apa itu dampak positif dari penerapan PPKM atau memang siklus fluktuatif. “Melihat penambahan kasus positif hari ini (kemarin, Red), ya memang masih naik-turun,’’ tuturnya.

Untuk kasus sembuh terjadi kenaikan dari sebelumnya. Sehari kemarin kasus sembuh tercatat 27 pasien. Sedangkan kasus meninggal 2 pasien.

“Yang sembuh bertambah, tapi masih kalah dengan yang positif baru,’’ tandasnya.

Seiring dengan penambahan kasus baru yang cukup banyak, jumlah pasien yang menjalani perawatan pun kembali naik. Hingga tadi malam, jumlah pasien yang masih menjalani perawatan 283 pasien. Antara yang menjalani isolasi dan menjalani perawatan di rumah sakit pun hampir imbang. Yakni, 156 pasien menjalani isolasi berbanding 123 pasien menjalani perawatan di rumah sakit.

BACA JUGA :  Dampak Bencana di Bumi Pertiwi, ACT Layarkan Kapal Kemanusiaan

“Tapi, alhamdulillah, hari ini pasien yang dirawat di rumah sakit yang dinyatakan sembuh cukup banyak,’’ tandas Bambang.

Sementara itu, diterapkannya jam malam selama PPKM tak lantas menghilangkan semua kerumunan saat malam hari. Sejumlah kafe, warkop, dan ruang terbuka hijau masih terlihat buka hingga batas waktu yang ditentukan. Keramaian inilah yang kembali dirazia petugas gabungan pada Selasa (2/1/2021) malam.

Dalam razia tersebut petugas menghadirkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban. Tujuannya untuk melakukan rapid test antigen kepada pemuda yang berkerumun.

Dengan metode sampel usap dari kedua lubang hidung, baik kiri maupun kanan. Rapid antigen dilakukan untuk mendeteksi protein nukleokapsid virus SARSCoV-2 penyebab Covid-19. Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, razia dilakukan untuk menjaring pelanggar aturan jam malam.

Petugas yang menggandeng Dinkes Tuban langsung melakukan rapid antigen. Hasilnya, 50 orang tersebut negatif. “Razia ini bertujuan menekan keramaian malam hari dan akan kami lakukan setiap hari selama masih ditetapkan PPKM di Tuban,’’ tegas dia. (fzi/mad)