Trenggalek
Rakor evaluasi pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Trenggalek. (Hadi/PIJARNEWS.ID)

TRENGGALEK,  PIJARNEWS.ID – Bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (3/2) siang telah dilaksanakan Rapat Koordinasi yang membahas tentang evaluasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kab. Trenggalek. Rapat Koordinasi ini dipimpin langsung oleh Sekda Trenggalek, Ir. Joko Irianto, M.Si. dan dihadiri oleh berbagai pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan vaksin.

“Masing-masing Dinas saya harap dapat segera merencanakan kegiatan untuk mendukung suksesnya vaksinasi di Trenggalek ini”, harap Sekda Joko dalam arahannya.

Dinkes Kab. Trenggalek melaporkan, vaksinasi sudah dilaksanakan terhadap para tenaga kesehatan dan vaksin ini tidak diberikan kepada pasien yang sudah pernah positif ataupun yang memiliki penyakit komorbid. Capaian pelaksanaan vaksinasi terhadap Nakes per tanggal 3 Februari ini sudah di angka 67% dan diharapkan pada tanggal 21 Februari sudah selesai untuk vaksinasi dosis kedua.

Vaksinasi di Kab. Trenggalek sementara dilaksanakan di Fasyankes sebanyak 22 Puskesmas, dengan jumlah vaksinator di masing-masing Puskesmas sebanyak 10 orang yang terbagi dalam 2 tim. Pihak Dinkes sendiri berencana segera menambah tempat pelayanan untuk vaksinasi (seperti Puskesmas Pembantu, Polindes, RS Swasta, dan Klinik Kesehatan) dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan alat dan tenaga vaksinator.

Untuk masyarakat yang menjadi sasaran vaksin ini didapat secara top-down, yaitu melalui “Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19”. Untuk alurnya, pertama para calon penerima vaksin akan mendapat sms/whatsapp notifikasi, selanjutnya para calon penerima vaksin melakukan konfirmasi/registrasi ulang termasuk memilih tempat dan jadwal layanan, dan yang terakhir setelah menyelesaikan 2 proses tersebut akan muncul e-tiket bagi yang sudah terverifikasi.

BACA JUGA :  Silaturahmi ke PP Muhammadiyah, Kapolri Berharap Terus Ada Sinergi dengan Ulama

Sampai saat ini, sebanyak 6400 vaksin sudah datang di Trenggalek, dan pihak Dinkes segera memastikan dalam 14 hari setelah vaksin dosis pertama sudah tersedia lagi vaksin untuk dosis kedua.

“Masyarakat tidak perlu takut vaksin, sampai hari ini semua yang sudah divaksin tidak mengalami kejadian ikutan”, tutup Joko Irianto. (hdi/mad)

Kontributor: Hadi Prasetyo