Petani bawang
Petani saat panen bawang merah di Desa Ponjanan Barat. (Yayan/PIJARNEWS.ID)

PAMEKASAN, PJARNEWS.ID – Petani di Desa Ponjanan Barat, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kecewa lantaran harga bawang merah sangat anjlok. Rasa kekecewaan ini disampaikan Haripun, salah satu Petani di Desa setempat, Jum’at (05/02/2021).

Menurutnya, selama empat tahun lebih menjadi petani, tidak pernah merasakan harga bawang merah yang semurah panen saat ini. “Saya selama jadi petani merasakan bawang merah mahal itu pada tahun 2013, yang harganya bisa mencapai 30 Ribu. Setelah itu menurun, bahkan sekarang harga bawang merah kisaran Rp10.000 – Rp13.000/kg.” Ungkapnya.

Meski demikian, Pihaknya tidak putus asa untuk menanam bawang merah kembali, karena varitas itu merupakan kebiasaan petani di Desa Ponjenan Barat.

Selanjutnya, Haripun berharap pada pemerintah untuk memikirkan nasib petani bawang merah, dan menghentikan bawang impor yang menyebabkan harga bawang lokal anjlok.

“Kami berharap stop impor, habiskan dulu hasil petani lokal, baru kalau stok tidak memadai [kurang] baru kita impor. Demi stabilitas harga dan minat rakyat untuk bertani,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Desa Ponjenan Barat, Suaidi mengatakan, pihaknya akan segera menemui Dinas Perindustrian dan Perdangakan Kabupaten Pamekasan. “Harga bawang merah murah, petani kecewa, saya akan segera menemui Dinas Perdagangan supaya ada jalan keluar, karena sebentar lagi sudah memasuki panen raya,” tegasnya. (yan/mad)

BACA JUGA :  Audiensi Forum Lintas LSM kepada Bupati Pamekasan