Menkeu
ILUSTRASI. Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati. (Foto: HO-Kemenkeu/Antara Foto)

JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Yustinus Prastowo selaku Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo menyampaikan, pemerintah tidak mengurangi nilai insentif bagi tenaga kesehatan untuk 2021.

Untuk memberikan informasi valid mengenai pemberitaan pemotongan insentif bagi tenaga kesehatan, melalui akun twitterya, Yustinus memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Breaking News: Pemerintah melalui Kemenkeu dan Kemenkes menegaskan besaran insentif untuk tenaga kesehatan di tahun 2021 tidak berubah. Bahkan dukungan anggaran utk sektor kesehatan ditingkatkan, diperkirakan sebesar Rp 254 T. Mari terus bergandeng tangan melawan pandemi,” cuit Yustinus melalui akun Twitter pribadinya @prastow, Kamis (4/2/2021).

Setali tiga uang, Askolani selaku Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan mengatakan bahwa perhatian negara kepada nakes yang menjadi garda terdepan penanggulangan Covid-19 tidak berkurang sedikitpun. Dan adapun total anggaran untuk sektor kesehatan termasuk insentif nakes tahun ini sebesar Rp254 triliun.

Sebagai perbandingan, insentif untuk nakes di tahun 2020, pemerintah mengalokasikan dana untuk dokter spesialis sebesar Rp15 juta dan bagi dokter umum atau dokter gigi Rp10 juta. Sementara insentif bagi bidan atau perawat diberikan Rp7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp5 juta.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan, tidak hanya insentif nakes, pemerintah juga akan tetap mengalokasikan dana insentif ke para dokter yang sedang belajar sekaligus memberikan layanan kesehatan dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

BACA JUGA :  Faktor Pendapatan dan Insentif Bisa Mendorong Pemuda Jadi Petani

Sedangkan ada belasan ribu dokter yang masuk PPDS saat ini. Nakes yang gugur di lapangan pun diberikan santunan. Di tahun lalu total santunannya sekira Rp60 miliar atau hampir 98 persen anggaran yang terserap.

Adapun teknis pelaksanaan pemberian insentif dan santunan kematian tenaga kesehatan dan peserta PPDS yang menangani pasien Covid-19, dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Kesehatan. (fzi/mad)