Wiyung
Tim Gabungan tiga pilar Kecamatan Wiyung, melakukan Operasi Yustisi di Sentra Kuliner Jajar Tunggal, Sabtu (6/2/2021). (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Jajaran tiga pilar Pemerintahan Kecamatan Wiyung, Polsek, Koramil, serta Satpol PP Wiyung, menggelar operasi yustisi untuk menjaga ketertiban warga tetap menerapkan 3M dalam aktivitas apapun. Dalam pelaksanaanya, petugas menjaring 4 orang tidak mengenakan masker di tempat keramaian.

Bertempat di Sentra Kuliner Jajar Tunggal, Sabtu (6/2/2021), kegiatan tersebut dilakukan sebagai implementasi Perwali Nomor 67 Tahun 2020, dalam menekan angka penyebaran COVID-19. Agar menimbulkan efek jera, diberlakukan sejumlah sanksi.

Camat Wiyung, Budiono, berharap, masyarakat mau disiplin menjaga protokol kesehatan seperti Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, dan Memakai Masker. Jika tidak memakai masker, pelanggar dikenakan denda administrasi sebesar Rp 150 ribu.

“Jika terlihat tidak tidak mengenakan masker sama sekali saat beraktivitas, akan didenda dan KTP nya disita, selanjutnya diproses untuk diblokir. Bila pelanggar sudah selesai transfer denda pada rekening BPD Bank Jatim milik kas daerah yang dilampirkan, KTP akan dikembalikan dan dibuka blokirnya,” ujarnya.

Petugas menyita KTPTP kami sita, namun pembayaran denda bukan ke petugas. Melainkan melalui Bank Jatim. Jika sudah transfer, dimohon segera menunjukkan bukti pembayarannya kepada petugas. Adapun jenis denda yang dikenakan untuk usaha sebesar Rp 500 ribu sampai Rp 25 juta.

“Tergantung besaran usaha yang dijalankan. Kami tidak melarang warga beraktivitas, namun harus tetap memakai masker. Sedangkan bagi pelaku usaha, kami kenakan denda antara Rp 500 ribu sampai Rp 25 juta. Tidak melarang warga beraktivitas di kafe, tapi masker tetap melekat,” ucapnya.

BACA JUGA :  Tidak Termasuk yang Menerapkan PPKM, Operasi Yustisi Digelar di Lumajang

“Pada saat minum dan makan, masker bisa ditarik ke bawah. Pada saat tidak beraktivitas tolong dikembalikan secara normal. Kami juga memantau pengguna motor roda dua. Mengingat, klaster penularan paling banyak ada di pusat keramaian” tuntasnya. (ram/mad)