Bupati Lamongan
Bupati Lamongan Fadeli saat menyerahkan dokumen himpunan ketetapan dan pembayaran pajak kepada perwakilan camat kota. (Foto/Dok.Pemkab Lamongan)

LAMONGAN, PIJARNEWS.ID – Bupati Lamongan Fadeli secara langsung memberikan contoh kepada seluruh wajib pajak untuk taat dalam melakukan pembayaran pajak. Secara bergantian dengan Wakil Bupati Kartika Hidayati serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Moh. Nalikan, melakukan pembayaran PBB-P2 di outlet yang telah disiapkan, Kamis (5/2/2021).

“Kemarin kita launching gerakan sadar pajak yang bertepatan dengan bulan panutan pajak. Dan Pak Bupati secara langsung memberikan contoh untuk melakukan pembayaran pajak,” ujar Wahyudi selaku Kepala Bapenda Lamongan Wahyudi.

Pada acara tersebut dihadiri juga perwakilan wajib pajak dari berbagai sektor seperti WBL, KTM, KPP Pratama, dan Depot Asih.

Lebih lanjut, Wahyudi mengatakanb bahwasanya launching gerakan sadar pajak memberikan motivasi kepada semua wajib pajak agar lebih tertib, baik pendaftaran, pelaporan, hingga pembayaran. Gerakan sadar pajak ini bertujuan meningkatkan kesadaran semua orang, badan, maupun perusahaan bahwasannya pajak itu memang kewajiban yang harus ditunaikan.

Kegiatan ini juga dapat membantu memperoleh database wajib pajak yang lebih akurat, serta mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak.

“Pajak ini kewajiban, dan gerakan ini untuk menumbuhkan kesadaran WP untuk taat dalam pembayaran pajak,” ujarnya usai memberikan laporan dalam kegiatan Gerakan Sadar Pajak di Lantai 7 Gedung Pemkab Lamongan, Kamis (4/2).

Tahun lalu, lanjutnya, beberapa wajib pajak sudah memanfaatkan teknologi yang tersedia yang digunakan untuk melakukan pembayaran pajak. Selain itu, beberapa juga masih manual. Namun beruntung, untuk realisasi tidak ada kendala.

Hingga saat ini, tim terus berusaha memetakan potensi pajak yang bisa menjadi pemasukan daerah. Data sekarang, jumlah obyek pajak PBB-P2 sebanyak 81.577 WP dengan target yang ditetapkan tahun ini mencapai Rp.43 miliar lebih.

BACA JUGA :  Kemenkes Perkirakan Vaksin Produksi Covax Tiba di Indonesia Paling Lambat Awal Maret

Pajak reklame dengan obyek pajak 992 WP, pajak air tanah 71 WP, pajak bersifat pelaporan 283 WP, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP) Pajak ini belum bisa dihitung jumlah obyek dan besaran ketetapannya karena menyesuaikan dengan jumlah hak peralihan di Lamongan.

“Secara global target PAD kita tetapkan Rp 140 miliar. Tentunya dengan tetap memetakan potensi yang ada,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, usaha meningkatkan pajak daerah terus dimaksimalkan. Salah satunya dengan mengembangkan potensi dari portal parkir, PBB-P2, pelayanan saat Minggu Ceria, dan tapping box. Sementara itu, Bupati Lamongan Fadeli menjelaskan, pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan anggaran daerah. Kemampuan fiskal pun mengalami penurunan.

Dana bagi hasil (DBH) dan dana perimbangan juga dikurangi karena refocusing. Sehingga pemasukan dari sektor pajak sangat membantu dalam hal pembangunan daerah.

“Alhamdulillah pajak kita terpenuhi, terutama PBB-P2 kita memenuhi target. Meski situasinya pandemi, saya berterima kasih kepada WP. Semoga ke depan lebih baik,” harapnya.

Menurutnya, petugas pajak mulai sekarang harus gerak cepat. Setelah SPT didistribusikan, sebaiknya terus melakukan pengecekan agar dana bisa segera dikelola dengan baik. Apalagi, sekarang momen awal tahun anggaran.

Bupati meminta agar sosialisasi di kecamatan besar lebih dimaksimalkan lagi seperti Kecamatan Lamongan, Paciran, dan Ngimbang.

“Kita maksimalkan semua sektor, pajak wisata, resto, dan mengoptimalkan portal parkir untuk menghilangkan kebocoran,” ujarnya. (fzi/mad)