Banjir
Pengendara motor yang melintasi banjir berwarna merah di Kelurahan Jenggot, Pekalongan Selatan, Sabtu (6/7/2021). (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

PEKALONGAN, PIJARNEWS.ID – Banjir berwana merah yang nampak seperti darah ini terjadi di Kelurahan Jenggot Pekalongan Selatan, Jateng. Informasi awal datang dari akun base Twitter @AREAJULID, Sabtu (6/2/2021).

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha, membenarkan kejadian banjir merah tersebut.

“Foto [yang beredar] tersebut benar,” ujarnya seperti dilansir RRI, Sabtu (6/2/2021).

Kendati demikian, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, menginformasikan bahwa saat ini banjir yang berwarna merah itu sudah berangsur jernih.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, banjir merah tersebut terjadi bukan karena limbah industri, melainkan dari obat batik yang dibeli warga.

“Setelah ditelusuri bukan dari limbah industri, tapi ada warga beli obat batik yang kemasan plastik dan bocor, kemudian plastiknya dibuang begitu saja,” ungkapnya.

“Dan sampai saat ini kami masih cari orangnya, sementara air yang berwarna merah sudah kami sedot dengan armada sedot limbah DLH,” pungkasnya.

Sebelumnya, banjir berwarna merah di Kelurahan Jenggot, Pekalongan Selatan itu viral di media sosial Twitter. Yang mana muasal informasi itu datang dari akun base di Twitter bernama @AREAJULID mengetwit informasi yang dikirim dari korban banjir merah di Pekalongan.

Dalam foto tersebut nampak sebuah komplek perumahan yang digenangi banjir berwarna merah.

“Banjir di daerah ku, no edit edit. Ini pas banget banjir jadi warnanya merah gegara ke campur pewarna batik. Kadang suka ada genangan air warna ungu juga di jalan,” kata salah satu warganet kepada admin @AREAJULID.

BACA JUGA :  Perpanjangan Masa Tanggap Darurat di Kalsel, PMI Jember Kembali Kirim Relawan

Akun tersebut juga menjelaskan bahwa penyebab banjir merah itu karena tercampur limbah pewarna batik. (fzi/mad)