Nelayan
Prahu nelayan di bibir Pantai Tamberu, Pamekasan. (Yayan/PIJARNEWS.ID)

PAMEKASAN, PIJARNEWS.ID – Para nelayan di pesisir Pantai Utara Pamekasan, Pulau Madura, banyak yang batal melaut alias menganggur, akibat kendala angin kencang dan ombak besar di laut.

Sebelumnya, selain kendala angin kencang dan ombak besar ini, mereka sudah mengeluhkan hasil tangkapan mereka juga sangat minim, sehingga tidak sebanding dengan biaya solar yang mereka keluarkan.

“Untuk sekali berangkat, biaya yang kami butuhkan minimal Rp1,5 juta, sedangkan hasil tangkapan paling banyak hanya antara Rp2500 ribu hingga Rp400 ribu,” ungkap salah seorang pemilik perahu di Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Lehan, Ahad (07/02/2021).

Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup, para nelayan terpaksa menguras uang tabungan. Sebagian yang tidak memiliki tabungan, terpaksa menggadaikan barang berharga yang mereka miliki.

“Ya mau bagaimana lagi, orang tua kami tidak memiliki lahan pertanian. Hanya melaut yang bisa kami raup hasilnya,” ujar Hosnan.

Sedangkan, Rofiki selaku Ketua Paguyuban Perahu Nelayan terus berupaya mengarahkan para anggota untuk mencari pekerjaan di bidang lain, sehingga tidak hanya bergantung pada penghasilan menangkap ikan di laut. Salah satunya mendorong mereka untuk bekerja sebagai pembudidaya ikan air tawar.

“Karena kalau bergantung pada menangkap ikan di laut masih terkendala pada cuaca,” katanya. (yan/mad)

BACA JUGA :  Hujan Deras dan Angin Kencang Sebabkan Rumah Tertimpa Pohon