Kertas
ILUSTRASI: Limbah Kertas | PIJARNEWS.ID

Dalam sebuah persimpangan jalan terlihat banyak lalu ilalang orang berkegiatan. Tak memandang apa yang mereka lakukan di jalan, semua terasa mengasyikkan. Dengan adanya model yang bermacam-macam membuat kita terkadang mengacuhkkan mereka dan sedikit memberi perhatian. Secara tidak langsung jika kita pandang dengan sudut pandang lain mereka adalah orang yang bener-bener berjuang akan tentang hidupnya.

Sebenarnya peran seperti apakah yang dinilai manusia itu baik?, apakah pekerjaan yang duduk dengan enak dan bersuhu dingin itu yang dianggap baik?. Tak perlu kapasitas seperti itu yang diharapkan. Semua pekerjaan dan kegiatan yang layak dan bermanfaat bisa diakui baik. Terkadang dalam persimpangan jalan kita juga sering menyepelekan sebuah pekerjaan, kita lihat saja tukang sapu jalanan, pemulung, dan penjual keliling.

Bukan teori dan materi banyak yang mereka kejar, namun sekedar untuk menyambung hidup dan memberi makan keluarganya adalah hal yang sangat utama. Bersyukur dan bersyukur adalah jalan yang mereka nikmati tanpa melihat orang lain. Seperti yang biasa kita lihat ketika di pinggir-pinggir jalan maupun di depan toko. Kita pasti sering melihat orang yang lagi menebarkan sebuah brosur produk seperti, makanan, alat rumah tangga, barang elektronik dan sampai kendaraan.

Realita dalam Kehidupan

Namun dalam hal ini ketika kita bertemu mereka dan kita disodori sebuah lembaran apa reaksi kita?, marah, senang, cuek, atau ekspresi yang lain. Konsep islam mengajarkan kepada kita bahwa hidup harus berguna dan bermanfaat bagi sesama. Begitupun ketika Alquran dan Hadist menyebutkan bahwa manusia harus saling tolong menolong.

Perumpamaan orang yang menyebarkan sebuah lembaran kecil itu adalah bentuk usaha mereka dalam mencari nafkah untuk keluarganya, jadi ketika kita bertemu dengan orang-orang seperti itu alangkah baiknya bantulah mereka, tolonglah mereka dengan cara menerima brosur yang ditawarkan. Kita tidak pernah tau seberapa besar usaha orang yang dilakukan dalam kehidupanya, namun yang sering kita lihat dan telah mendominasi pikiran kita adalah hasil orang lain yang tanpa kita sadari proses yang dilaluinya.

Dengan cara kita menerima lembaran yang mereka tawarkan dan berikan secara tidak langsung kita telah membantu mereka, meskipun hal tersebut tidak terlihat secara besar. Sebagian orang mungkin tidak berfikir sampai disitu sehingga terkadang membuat mereka bahwa itu adalah hal biasa dan terkadang mereka begitu acuh.jika dianalogi dan difikir lebih dalam lembaran yang begitu tipisnya bukan hal yang sepele, selain memberi manfaat bagi pekerja yang menyebarkan brosur tersebut hal tersebut juga bermanfaat bagi kita.

BACA JUGA :  Menjadikan Film sebagai Media Pembangunan SDM dan Identitas Bangsa

Manfaat yang Ada Tanpa disadari

Mungkin secara umum tulisan yang ada di brosur tersebut adalah terkait diskon. Selain itu ada pula harga, jenis-jenis barang sesuai kategorinya dan ditambahi bisa dibayar dengan cara CICIL. Ya, hal tersebut sangat menyenangkan bagi mereka yang mempunyai uang pas-pasan namun ingin membeli sebuah barang. Selain itu kita juga bisa menabung dan mempersipakan uangnya untuk membeli barang tanpa harus metode nyicil.

Manfaat yang lainnya adalah kita bisa memantau dan melihat naik turunnya sebuah harga barang yang sewaktu-waktu kita mau membeli barang atau menjual barang. Pekerja yang bertugas menyebarkan lembaran atau brosur ini, selain mendapat manfaat bagi dirinya sendiri dan keluarga, mereka juga memberi manfaat bagi manusia yang ada di sekitarnya. Bahkan mereka bisa menggembirakan manusia yang di sekelilingnya dengan cara berbagi melalui lembaran kertas tersebut.

Kita tidak tau kapan manusia itu senang, sedih, besyukur dan sombong. Kita berhak berusaha dalam dalam mencari rezeki dengan cara yang halal, meskipun terkadang ada beberapa orang yang mungkin merasa tak nyaman dengan keberadaan pekerjaan yang kurang layak. Secara tidak langsung standar kemanusiaan kita terukur ketika bagaimana cara kita memanusiakan manusia yang ada di sekitar kita.

Bersyukur Kunci dalam Hidup

Terkadang kita perlu belajar dengan orang yang ada di sekeliling kita, diantara kita pasti banyak yang masih butuh bantuan dan masih kekurangan kenyamanan dalam tidur. Dari seputar contoh tersebut sebenarnya membuat diri kita semakin bersyukur dengan apa yang kita miliki sampai saat ini. Sesungguhnya apa yang kita miliki adalah pemberian Allah Swt, tak luput dari itu bersyukur adalah kunci utama dalam menghadapi hidup d dunia.

Bukan hanya rezeki yang bersifat materi yang kita ucapkan syukur, namun rezeki berupa kesehatan dan masih bisa bernafas sehari-hari adalah nikmat yang luar biasa. Begitupun Allah ketika berfirman dalam Alquran “Jika kamu besyukur atas nikmatku (Allah) maka akan aku akan menambah nimat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikamatku (Allah) maka sesungguhnya azabku sangat pedih”.

Banyak ayat alquran yang menerangkan tentang bersyukur, dan itu menandakan bahwa segala kebaikan nikmat yang ada pada kita harus di syukuri bisa dengan mengucap Alhamdulillah, Subhanalloh dan sejenisnya.

BACA: Pembaca PIJARNEWS.ID Menulis