Bonek Turun Tangan untuk Membantu Korban Gempa di Sulbar

0
31
Bonek
Bantuan logisitik dari Bonek Peduli yang akan dikirimkan ke Sulbar. (Instagram/officialpersebaya)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Kelompok pendukung klub sepakbola asal Surabaya atau yang dikenal dengan Bonek melalui “Bonek Peduli” menerjunkan Bonek Disaster Response Team (BDRT) yang berkekuatan 14 personel dan puluhan Bonek lainnya untuk turun tangan dalam penanganan bencana gempa di Sulawesi Barat.

“Personel Bonek Peduli yang berangkat ke lokasi terdampak gempa ada 14 orang, meliputi 1 dokter dan 2 perawat, serta 11 orang dari Divisi Search and Rescue. Selain itu, ada juga puluhan relawan lainnya dari rekan-rekan Bonek. Jadi totalnya ada 24 orang,” ujar Koordinator Operasi Bencana Alam Gempa Sulbar Bonek Peduli, Arif Firmansyah Sabtu (6/2/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Bojes itu, rombongan Bonek Peduli berangkat dari Surabaya pada 3 Februari 2021, dan langsung menuju ke Sulawesi melalui Makassar, sebelum akhirnya tiba di lokasi terdampak gempa.

Dalam aksi kemanusiaannya, sejumlah suportter dari PSM Makassar pun turut serta mendukung upaya Bonek membantu korban bencana alam di Sulbar.

Bukan hanya menyalurkan bantuan logistik, BDRT juga akan melakukan beberapa program lainnya. Program tersebut di antaranya pembangunan hunian sementara, program psikososial, dan trauma healing untuk anak-anak pengungsi, cek/monitoring kesehatan pengungsi, serta program keagamaan seperti pembangunan musala darurat.

“Dalam program trauma healing untuk anak-anak pengungsi, kami mencoba berupaya meredakan trauma serta membawa keceriaan dan sifat mandiri. Di sini kami sudah siapkan mainan anak-anak, alat peraga edukasi, alat perlengkapan sekolah dan lainnya,” terang Bojes.

BACA JUGA :  Program Pemulihan, Muhammadiyah Dampingi Warga Sulbar Kenali Gempa Bumi

Sedangkan dalam program keagamaan, Bojes memaparkan bahwa program ini bersifat spiritual. “Kami akan membuat dan membangun musholla darurat agar masyarakat yang ada di pengungsian dapat terus menjalankan ibadah,” katanya.

Tim BDRT sendiri berencana akan berada di lokasi terdampak gempa selama 14 hari.

“Ini masih tentatif, tergantung bagaimana kondisi di lapangan nanti. Oh iya, seluruh program ini kami jalankan berkat uluran tangan dulur-dulur Bonek, yang berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp360.928.298. Saat ini, donasi ini masih belum ditutup, jadi akan terus bertambah dan selalu kami update di medsos,” ujar Bojes.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, ia mewakili Bonek berharap program Bonek Peduli ini bisa menjadi inspirasi buat kelompok suportter lainnya di Indonesia, karena suporter sepakbola juga bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia.

“Selain itu, juga dapat memupuk persaudaraan di kalangan suporter sepakbola di indonesia karena yang terpenting dalam dunia sepakbola selain kemenengan adalah kemanusiaan,” pungkasnya. (fzi/mad)