Kafe Bromo Rest Probolinggo Sajikan Panorama Alam Terbuka

0
280
Bromo Rest
Pengunjung yang sedang menikmati indahnya panorama alam di Kafe Bromo Rest, Probolinggo. (Foto/Sutriono Hariadi)

PROBOLINGGO, PIJARNEWS.ID – Sektor penyangga pariwisata di Kabupaten Probolinggo ialah penginapan, rumah makan hingga kafe. Seperti Kafe Bromo Rest yang ada di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Oka Hadi Siswanto selaku pendiri Kafe Bromo Rest menceritakan, bahwa kafe miliknya itu berdiri di atas lahan milik Perhutani. Untuk bisa membuka kafe di kawasan Perhutani, ia harus mengurus perizinan yang tak mudah bahkan membutuhkan waktu hingga 2 bulan.

“Pertama saya komunikasi dengan Pemerintah Desa Sariwani, lalu ke Perhutani dan akhirnya disetujui,” ujar Oka.

Berbekal izin dari Perhutani, Oka mengatakan, lahan sekitar 1.000 sampai 2.000 meter persegi itu telah dikembangkan menjadi destinasi wisata. Dengan sejumlah fasilitas yang ditawarkan, mulai cafe sajian gunung sampai camping dome. Namun, andalannya adalah spot foto dengan panorama alam yang indah.

Oka menjelaskan, bahwa kafe miliknya itu sengaja didesain berbeda dari kafe pada umumnya. Saat berada di kafe tersebut, pengunjung akan disuguhkan panorama alam yang hijau dengan udara yang dingin khas lereng Gunung Bromo.

Di arah barat laut, pengunjung dimanjakan dengan hamparan dataran rendah lepas sejauh mata memandang. Sementara di arah barat daya, pengunjung bisa melihat perbukitan tinggi yang menukik ke wilayah dataran rendah.

Saat matahari terbenam, sinar matahari sore terpancar dari ujung bukit di arah barat daya. Lalu, di timur Kafe Bromo Rest, kita akan disuguhkan dengan pepohonan pinus yang menjulang tinggi seakan menyentuh langit.

BACA JUGA :  Pemkot Probolinggo Siapkan Sanksi Bagi Warga yang Menolak untuk Divaksin

Ia pun mengaku mencari lokasi yang cepat, tepat, dan sesuai konsep. Ternyata, Desa Sariwani, memiliki potensi alam luar biasa. Karena, desa ini kini menjadi penghubung antara Gunung Bromo dengan P-30.

“Kami ingin meramaikan Desa Sariwani dan mengangkat perekonomian desa dengan destinasi wisata,” katanya.

Meski masih baru, dampak adanya wisata baru ini sudah mulai dirasakan pemerintah desa dan warga. Kini, BUMDes Sariwani menjadi penyulai air bersih. Selain itu, juga banyak warga yang ikut bergabung mengelola Bromo Rest.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Sariwani, Sukaryo. Ia mengatakan, desanya dikenal dengan Bukit Seribu Selfie. Namun, banyak spot yang bagus dan cocok untuk dijadikan destinasi wisata. Terbaru, destinasi Bromo Rest.

“Kami berharap destinasi wisata baru ini dapat meningkatkan perekonomian warga. Desanya juga tambah ramai,” katanya.

Menurutnya, Bromo Rest dengan cafe sajian gunung memanfaatkan usaha warganya untuk memenuhi kebutuhan sajian gunung. Bahkan, direncanakan akan ditanam bibit kopi di sekitar Bromo Rest. Sehingga, desanya makin dikenal lengkap dengan destinasi wisatanya. (fzi/mad)