Mars
Roket yang membawa rover (kendaraan penjelajah) Perserverance milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). (AP/John Raoux)

TEKNOLOGI, PIJARNEWS.ID – Pada musim panas lalu, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA), dan China telah meluncurkan misi antariksanya ke planet Merah. Rencananya, misi antariksa itu akan mendarat ke permukaan Mars pada Februari ini.

Masing-masing negara tersebut mempunyai misinya sendiri. Seperti NASA yang berencana meluncurkan helikopternya di Mars. China berupaya meluncurkan pendaratan pertamanya, Sementara bagi UEA, ini akan menjadi pengalaman pertamanya dalam misi antariksa.

Peluncuran misi antariksa ini terjadi pada musim panas ketika posisi planet Bumi dan Mars sejajar pada orbitnya saat mengitari matahari. Kondisi alam yang hanya terjadi sekali dalam dua tahun ini dimanfaatkan oleh sejumlah negara untuk melakukan peluncuran antariksa.

“Pemerintah dari tiga negara tersebut melakukan misi ini untuk mengeksplorasi [Mars],” ujar Bill Nye selaku CEO Planetary Society sebagaimana dilansir The Verge.

“Namun, hal ini mengarah pada perkembangan tenaga keraja yang luar biasa di negara-negara tersebut, kebanggaan negara, serta rasa kebersamaan yang sejatinya tidak ternilai harganya,” tambah Bill.

Adapun yang pertama mendarat di permukaan Mars adalah wahana antariksa EUA yang bernama Hope. UEA meluncurkan misi tersebut dengan menggunakan roket buatan Jepang, H-IIA. Hope dijadwalkan mengorbit pada Selasa (9/2/2021).

UEA menjadi negara Arab pertama yang melakukan riset multiplanet dengan pengiriman wahana antariksanya ke planet Merah.

“Untuk komunitas sains, di situlah segalanya dimlai,” ujar Sarah Al-Amiri selaku pihak Misi Mars Emirates. Sarah juga menambahkan bahwa armada mereka bakal mengidentifikasi bagian planet Mars.

BACA JUGA :  Calon Tunggal Kapolri Pilihan Jokowi, Ini Deretan Kasus Besar yang Diungkap Listyo Sigit Prabowo di Bareskrim

Selain melibatkan sebanyak 450 insinyur dalam pengembangan dan pengujian Hope. UEA juga bekerja sama dengan tim dari berbagai Universitas di Amerika di antaranya Universitas Colorado, Universitas California, dan Universitas Negeri Arizona. Program tersebut mendapat anggaran dana sebesar 200 juta dolar AS dari Pusat Luar Angkasa Mohammed bin Rashid.

Setelah UEA, ada misi antariksa dari China yaitu Tianwen-1 yang bakal tiba di planet Mera pada 10 Februari. Pesawat antariksa yang memiliki bobot 5 ton itu akan segera mengorbit Mars.

Adapun misi dari armada China ini bertujuan untuk meneliti wilayah Mars yang disebut Utopia Planitia yan diklaim sebagai tempat yang memiliki tampungan air di bawah permukaan Mars.

Misi ini juga disebut sebagai misi paling berani yang dilakukan China karena akan mengoperasikan robot penjelajahnya di permukaan Mars untuk mendeteksi air.

Sementara penjelajah dari badan antariksa AS, NASA juga akan segera tiba di permukaan Mars. NASA membawa penjelajah yang disebut Percy yang dijadwalkan bakal segera mendarat pada 18 Februari mendatang di situs delta, sebuah tempat yang diklaim sebagai tempat yang menyimpan sisa-sisa kehidupan masa lalu. Bagi NASA, misi pendaratan di planet Mars merupakan misi yang ke-9. (fzi/mad)