Betapa Pentingnya Sirkulasi Udara demi Mencegah Tersebarnya Covid-19

0
28
Udara
Ilustrasi jendela terbuka untuk sirkulasi udara yang lebih baik. (Majahoberg/Pixabay)

KESEHATAN, PIJARNEWS.ID – Menghindari ruangan tertutup dan sebisa mungkin membuka jendela untuk memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik adalah salah satu upaya dalam mencegah tersebarnya Covid-19 di rumah ibadah hingga perkantoran.

Ketua Tim Mitigasi Covid-19 PB IDI, dr. Muhammad Adib Khumaidi menjelaskan anjuran WHO dalam beraktivitas dalam ruangan, lebih baik membuka jendela dalam masa pandemi Covid-19.

“Dalam kondisi pandemic, AC kurang dianjurkan. Lebih baik membuka jendela,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Saran yang sama juga diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia, Prof. Ridwan Amiruddin. Menurutnya, selain protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, WHO juga menganjurkan untuk membuka jendela dalam ruangan.

Anjuran ini berkaca dari sempat meningkatnya kluster perkantoran yang transmisinya banyak terjadi di ruangan ber-AC. Sebab itu dalam kondisi ruangan tertutup dan sirkulasi udara buruk sangat berisiko terjadi penularan virus.

Pada ruangan ber-AC, alat pendingin udara itu cenderung mengempaskan udara dengan kipas. Hal ini berpotensi membuat droplet tersebar ke penjuru ruangan.

Selain itu, berdasarkan analisis dari studi kasus penularan di Korea Selatan, penularan Covid-19 dari satu orang ke orang lain dalam satu ruangan tertutup terjadi meski minim interaksi. Di satu ruangan restoran ber-AC, transmisi virus terjadi meski antar individu tidak salin berkontak langsung.

“Jika dihadapkankan dengan kondisi ruangan yang tidak memungkinkan membuka jendela, misal berada di gedung tinggi, air purifier dengan HEPA filter bisa digunakan untuk menjaga ventilasi dalam ruangan,” kata Adib.

BACA JUGA :  Aksi Penolakan Penghapusan TPP ASN di Pamekasan

Adib menambahkan, sirkulasi udara yang baik ini menjadi penting karena saat ini masih banyak orang yang terinfeksi virus tidak menunjukkan gejala. Akan sulit mengetahui apakah rekan kerja ataupun orang lain yang berbagi ruangan adalah pembawa virus atau bukan.

Lebih lanjut dalam kasus isolasi mandiri, ruangan dengan jendela terbuka lebih disarankan.  Panggunaan AC dibatasi. Kalaupun ruangan isolasi mandiri terpaksa harus menggunakana AC, sebaiknya perangkat langsung dibersihkan setelah ruangan selesai dipakai untuk isolasi.

Rekomendasi yang tidak kalah penting adalah untuk selalu memakai masker. Masker sebaiknya jangan dilepas meski berada di ruangan tertutup dalam jangka waktu lama, kecuali saat makan dan minum. (fzi/mad)