Pasar Legi
Pasar Legi Ponorogo mengusung konsep green building dalam pembangunannya. (Sony/PIJARNEWS.ID)

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Pembangunan Pasar Legi Ponorogo sudah selesai 100 persen. Pasar yang diklaim memiliki teknologi pencegah kebakaran tersebut menelan dana Rp133 miliar untuk pembangunannya.

Direktur Prasarana Strategis Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, mengatakan yang hadir dalam peresmian tersebut mengatakan untuk mencegah kembali terjadinya kebakaran seperti pada tahun 2017, Pasar Legi telah dilengkapi dengan hydrant dan springkle air di setiap titik pada bangunan.

“Sudah terpasangi springkle air dan hydrant yang disiapkan di setiap titik untuk mencegah kebakaran,” jelas Iwan.

lebih lanjut, penerapan zonasi juga salah satu upaya untuk memitigasi kejadian kebakaran, artinya tempat yang punya resiko kebakaran tinggi punya proteksi khusus. Seperti contoh kalau yang zona (dagangan) basah, tingkat risiko kebakarannya rendah maka sistem proteksinya juga dibedakan dengan zona (dagangan) kering.

“Kita juga siapkan 84 kamera cctv yang di sebar beberapa titik di pasar legi,” imbuh Iwan.

Selain itu, Iwan mengklaim bahwa Pasar Legi juga telah menerapkan sistem green building, yakni tidak menggunakan pengondisian udara khusus, tapi menggunakan sirkulasi udara yang ada, dengan cara beberapa titik dibiarkan terbuka agar udara bisa masuk.

Cross ventilasi juga kita atur, pengaturan ruangan, ketinggian, selain itu mengupayakan cahaya pada siang hari kalau lampu ini dimatikan sudah cukup terang,” tutup Iwan. (son/mad)

BACA JUGA :  Berani Bersaing, PCM di Ponorogo Kembali Resmikan Swalayan Baru