Aksi teatrikal IMM Bojonegoro di depan Pemkab Bojonegoro.(Foto: Arif R.).

Bojonegoro – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pimpinan Cabang Bojonegoro melakukan aksi tabur bunga kenanga, aksi teatrikal tersebut untuk merespon bobroknya UU KPK, RUU KUHP dan RUU lainnya yang cukup mengecewakan rakyat Indonesia, aksi tersebut berlangsung di depan Pendopo Pemerintahan Kabupaten/ Pemkab Bojonegoro, kemarin (22/9/2019).

Selain merespon masalah nasional yang cukup pelik, aksi mereka juga sekaligus menggalang dana untuk membantu masyarakat atas bencana kekeringan di Bojonegoro.

Farhan selaku kordinator lapangan (Korlap), menjelaskan aksi tersebut diharapkan akan menjadi tamparan keras untuk Pemkab Bojonegoro, karena pemerintah saat ini terlihat cenderung lebih mementingkan pembangunan infrastruktur tanpa melihat masalah sosial yang cukup memprihatinkan.

“Salah satu contohnya adalah pembangunan tugu di bundaran jetak, yang mana itu harusnya bukan masalah penting, namun itu dilakuakan oleh pemerintah, dibanding memberi bantuan dan memikirkan solusi untuk masyarakat Bojonegoro yang sedang dilanda kekeringan panjang”, ungkap Farhan.

Hal tersebut juga senada dengan harapan Rochmad selaku Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat desa Gamongan, beliau sangat berharap adanya bantuan pemerintah berupa mobil tangki pada saat musim kemarau panjang.

“Kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah, misalnya berupa mobil tangki yang mampu mengangkut air, supaya ketika musim kemarau datang, kami Pemerintah Desa mampu meminimalisir dampak dari bencana kekeringan”, tutur Rochmad.

Tidak cukup itu, masyarakat Bojonegoro juga meresahkan pembangunan jalan yang dilakukan pemerintah secara sembarangan, banyak keluhan dari masyarakat adanya banyak debu yang dihasilkan dari proses pembangunan jalan, ketidaksiapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada masyarakat dari pelaku konstruksi yang dipercayakan pemerintah.

BACA JUGA :  Bangun Budaya Literasi, AMM di Garut Adakan Diskusi Dua Mingguan

“Banyak masyarakat yang mengeluh terkait debu dan besi dijalanan yang kurang aman, takutnya kalau ada masyarakat yang jatuh terus terkena besi itu, apakah setelah ada korban baru pemerintah sadar”, keluh warga. (PIJARNews.ID)

Reporter: Arif Rohman

Penulis: Arif Rohman

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here