E-Tilang Segera Diterapkan di Malang Raya

0
24
Malang
Kasatlantas Polresta Kota Malang, Kompol Ramadhan Nasution saat dimintai keterangan perihal e-tilang. (Foto/Fathi)

MALANG, PIJARNEWS.ID – Awal tahun 2021 ini Kota Malang akan segera menerapkan tilang elektronik bagi para pelanggar lalu lintas. Perihal informasi ini, Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Ramadhan Nasution membenarkan.

Penerapan tilang elektronik rencananya akan terealisasi dalam tiga bulan ke depan.

“Insyaallah tahun ini. Karena bagian dari program 100 hari Pak Kapolri. Mungkin maksimal yang e-TLE itu dalam tiga bulan ke depan terlaksana,” ujar Ramadhan, Minggu (7/2/2021).

Langkah teknisnya, Polresta Makota akan memanfaatkan kamera e-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement). Rencananya kamera ini terpasang di tiga titik Kota Malang.

“Kita sudah melakukan penyuratan ke pak Wali Kota Malang. Alhamdulillah mendapat sambutan baik. Untuk 2021 akan pengadaan 2 sampai 3 titik kamera e-TLE,” jelasnya.

Tiga titik tersebut yakni di pertigaan Borobudur, pertigaan Hotel Savana, dan pertigaan Jembatan Soekarno Hatta. Di samping itu ia juga mengusulkan satu titik lagi. Yakni di pertigaan pos polisi Hotel Trio Indah. Namun, ini semua masih menyesuaikan dengan anggaran.

“Dari informasinya kemungkinan 2 sampai 3 (titik e-TLE) yang bisa. Karena biaya kamera ini, per titiknya Rp 400 sampai Rp 500 juta,” tambahnya.

Ia pun mengatakan jika kamera e-TLE tersebut bisa merekam pelanggaran marka. Kemudian, pelanggaran penggunaan sabuk pengaman, terabas lampu merah, dan pindah jalur.

“Kelebihannya bisa menangkap langsung pelanggaran. Seperti plat nomor tidak standar, pengendara menggunakan handphone, karena ada face recognizer,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Di Wamena, FPI Hadir Menggantikan Negara

Terkait penerapan tilang elektronik, kamera-kamera penunjang e-TLE tersebut akan terintegrasi dengan Command Center milik Dishub Kota Malang dan Polresta Malang Kota.

“Dishub langsung memprint hasilnya dan menyerahkan kepada kepolisian. Setelah itu mekanismenya dari kepolisian, akan memberikan klarifikasi kepada plat nomor. Yang terekam secara elektronik kena tilang,” tambahnya.

Setelah klarifikasi, lanjutnya, pelanggar akan mendapat dua pilihan. Yakni sidang sendiri atau membayar langsung melalui BRI. (fzi/mad)