Blitar
ILUSTRASI. Tenaga kesehatan saat sedang menyuntikan vaksin Sinovac. (Antara Foto/Jojon)

BLITAR, PIJARNEWS.ID – Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk petugas pelayanan publik di Kabupaten Blitar akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Februari ini. Menurut Juru Bicara Satgas Tim Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti, pihaknya mengusulkan 14 ribu vaksin.

“Berdasarkan vidcon (video confrence) dengan Pak Wamen, vaksin akan dikirim pada Minggu kedua dan ketiga bulan Februari,” ujar Krisna Yekti, Selasa (9/2/2021).

Adapun Penerima vaksinasi tahap dua adalah aparatur sipil negara (ASN) dan juga jurnalis.

Di Kabupaten Blitar, jumlah ASN mencapai 10 ribu orang. Sasaran vaksinasi yang termasuk tahap dua adalah TNI, Polri serta kelompok jurnalis. Total keseluruhan ada sekitar 14 ribu orang. Khusus jurnalis, menurut Krisna Yekti, pihaknya masih melakukan pendataan.

“Untuk wartawan masih dilakukan pendataan,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa jumlah 14 ribu vaksin adalah angka yang ia usulkan. Berapa yang akan diterima nanti, Krisna Yekti mengaku belum tahu pasti. “Itu (14 ribu vaksin) yang kita usulkan,” tambahnya.

Sebelumnya pada gelombang pertama, Kabupaten Blitar menerima 3.000 vial vaksin Sinovac. Kemudian disusul 2.800 vial pada termin kedua. Semuanya dipakai untuk vaksinasi tahap pertama, yakni kelompok tenaga kesehatan yang berjumlah 3.154 orang.

Sementara terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid I dan II, Krisna Yekti juga mengatakan, terbukti cukup efektif. Angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blitar relatif menurun. Status Kabupaten Blitar yang sebelumnya merah menjadi oranye.

BACA JUGA :  Dosen UMSIDA Adakan Sekolah Literasi Digital Bersama Pelajar di Bojonegoro

“PPKM efektif untuk menekan kasus Covid-19 ,” pungkas Krisna Yekti.

Sementara sesuai data yang diajukan, total keseluruhan warga Kabupaten Blitar yang menjadi sasaran vaksinasi sebanyak 668.364 jiwa. Di luar itu adalah tenaga kesehatan sebanyak 3.154 orang, TNI (AD, AL dan AU) 656 personil, Polri 721 personil, Satpol PP 70 personil, petugas terminal 15 orang, petugas stasiun 84 orang, petugas damkar 25 orang, PLN 80 orang, dan PDAM 120 orang. (fzi/mad)