BPS: Pengangguran di Masa Pandemi Mengalami Kenaikan hingga 2,56 Juta Jiwa

0
23
Pengangguran
Ilustrasi karyawan. (Antara Foto/Aloysius Jarot N)

EKONOMI, PIJARNEWS.ID – Seperti yang telah diketahui bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak besar bagi angkatan kerja di Indonesia. Berbagai pembatasan aktivitas hingga merosotnya daya beli masyarakat mendorong industri mengurangi kapasitas produksi. Karenanya, ada karyawan yang harus kehilangan pekerjaan, sebagian lainnya masih bekerja tapi penghasilannya berkurang.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, sebanyak 29,12 juta angkatan kerja terdampak pandemi covid-19. Dari jumlah tersebut, 2,56 juta menjadi pengangguran karena pandemi, 0,76 juta bukan angkatan kerja karena pandemi. Kemudian, 1,77 juta orang sementara tidak bekerja karena pandemi atau dirumahkan.

“Yang terbesar memang 24,03 juta orang masih bekerja tapi mereka berkurang penghasilannya,” kata Ida dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).

Ida mengatakan, angkatan kerja Indonesia sebanyak 138,2 juta orang. Dari jumlah tersebut, 128,45 juta orang bekerja dan jumlah pengangguran terbuka sebanyak 9,77 juta orang.

Ida menyebut, angka pengangguran naik dampak pandemi covid-19. Padahal pada awal 2020 jumlah pengangguran sudah turun yakni 6,68 juta pada Februari 2020. Namun, ketika pandemi covid-19 melanda Indonesia, jumlah pengangguran langsung naik menjadi 9,77 juta.

Kemenaker, lanjutnya, telah meningkatkan kompetensi 901.177 pekerja melalui pelatihan vokasi, pemagangan, pelatihan produktivitas, dan sertifikasi kompetensi. Selain itu, pada 2020 telah dibangun 1.014 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di seluruh wilayah Indonesia.

BACA JUGA :  Komunitas Kejar Mimpi Surabaya Ajak Anak-Anak Tetap Semangat di Tengah Pandemi

Dari sisi penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja, Kemenaker telah menjalin jejaring kerjasama dengan berbagai perusahaan. Di tengah pandemi, terdapat 948.881 orang berhasil ditempatkan baik di dalam maupun di luar negeri.

Selanjutnya, terdapat program perluasan kesempatan kerja untuk penanggulangan dampak Covid-19 yang menyasar pada 327.013 orang melalui berbagai program seperti wirausaha baru dan padat karya.

Dalam hal hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja, satu program yang paling mendapatkan perhatian publik adalah Bantuan Subsidi Gaji/Upah (BSU).

Sebagaimana diketahui BSU merupakan salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang pada 2020 bertujuan untuk menjaga daya beli dan tingkat konsumsi pekerja/buruh di masa pandemi. “Kemenaker mendapatkan tugas menyalurkan BSU pada 12,4 juta pekerja/buruh dan telah terealisasi sebesar 98,92%,” tandasnya. (fzi/mad)