Jalur ke Bromo di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, yang terganggu longsor. (Foto/Dok.Kecamatan Tosari)

PASURUAN, PIJARNEWS.ID – Jalur ke Bromo via Pasuruan kembali tertimbun longsor. Kali ini terjadi di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Akibatnya, jalan menuju Dingklik sempat tertutup. Longsoran itu terjadi pada Selasa (9/2/2021) sore.

Camat Tosari Hari Hijrah mengatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden longsor kali ini. Sebab, saat longsor terjadi, lokasi dalam keadaan sepi tidak ada pengguna jalan yang lewat.

“Sepi lokasinya. Jadi tidak ada korban jiwa,” katanya.

Berbeda dengan beberapa insiden longsor sebelumnya, kali ini longsor terjadi tanpa disertai hujan deras. Kawasan setempat disebutkan tiba-tiba mengalami alami longsor. Bahkan, ada pohon yang turut terbawa longsor.

“Ada beberapa titik yang longsor. Mulai dari Dusun Cemoro Jangkar hingga Dingklik, ” tutur Hari.

Meski menutup sebagian jalan, namun longsor kali ini tak sampai menutup penuh akses ke Bromo. Agar akses lebih lancar, warga bersama perangkat desa setempat telah melakukan pembersihan secara swadaya.

“Sudah dibersihkan sama warga. Namun masih ada yang harus dibersihkan menggunakan alat berat,” jelas Hari.

Pihak kecamatan masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Sebab, untuk membersihkan material itu dibutuhkan alat berat.

“Nanti akan kami komunikasikan meminta bantuan alat berat. Untuk yang punya pemkab masih digunakan, dan kami akan komunikasi dengan jajaran terkait,” jelasnya. (fzi/mad)

BACA JUGA :  Menteri Sosial Kunjungi Lokasi Longsor di Nganjuk