Vaksin
Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto/Shutterstock)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Vaksinasi COVID-19 tahap pertama untuk tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Timur saat ini telah mencapai 90,89%. Sementara jumlah nakes yang menjadi sasaran vaksinasi sebanyak 185.860 nakes.

“Sebenarnya, jumlah nakes di Jatim ada 230.293 orang. Namun yang saat ini baru mendapat jatah sebanyak 371.720 dosis vaksin. Di mana satu orang nakes harus disuntik vaksin sebanyak dua tahap. Artinya, vaksin yang diterima Jatim saat ini baru cukup untuk 185.860 tenaga kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Herlin Ferliana, Rabu (10/2/2021).

Vaksinasi tahap pertama, lanjutnya, sudah dilaksanakan di beberapa daerah seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo. Vaksinasi sudah dimulai pada pertengahan bulan lalu. Sehingga saat ini sudah mulai ada yang lakukan vaksinasi kedua.

“Vaksinasi kedua sudah ada 16.863 orang atau baru 9,98%,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah nakes yang menjadi sasaran vaksinasi sebanyak 230.293 orang. Sementara jatah vaksin yang diterima baru untuk 185.860 orang. Artinya Jatim masih kekurangan 104.252 dosis vaksin untuk sekitar 50.000 nakes.

“Kami masih minta tambahan sekitar 104.252 dosis vaksin Sinovac,” ujar Herlin.

Ia menargetkan, proses vaksinasi nakes di Jatim bisa selesai pada pekan ketiga Februari 2020. Setelah seluruh nakes divaksinasi, sasaran selanjutnya adalah para nakes yang berusia lanjut. Kemudian prioritas ketiga penerima vaksin adalah pelayan publik seperti TNI, Polri, Guru, dan sebagainya.

BACA JUGA :  ASN dan Jurnalis di Blitar Akan Mendapatkan Giliran Vaksin Covid-19 di Akhir Februari

“Untuk lansia yang usianya 60 tahun ke atas itu bisa vaksinasi. Bedanya jaraknya dari penyuntikan vaksin tahap pertama ke tahap kedua bukan 14 hari, tapi 28 hari,” pungkas Herlin.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan di Jatim, yang sudah bekerja keras merawat pasien COVID-19.

“Saya kembali mengingatkan bahwa, perlindungan terhadap COVID-19 harus berlapis-lapis, vaksinasi tetap harus dikawal dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” katanya. (fzi/mad)