Madura
Ketua Prahara Kabupaten Pamekasan saat ditemui awak media. (Yayan/PIJARNEWS.ID)

PAMEKASAN, PIJARNEWS.ID – Ketua Pergerakan Mahasiswa Madura (Prahara), Ansori, menyebut bantuan makanan bagi warga lanjut usia (lansia) di lingkungan Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, rawan terjadi penyelewengan.

Bantuan terhadap lansia merupakan titik yang paling rawan dikorupsi, pasalnya, menurut aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini, wujud makanan tersebut belum diketahui publik.

“Sampai hari ini Dinsos belum memaparkan menu makanan lansia,” kata Ansori, Jum’at, 12 Februari 2021.

Menu yang akan disajikan kepada lansia semestinya disampaikan kepada publik, agar semua bisa transparan, apakah menyesuaikan dengan selera atau mereka mendapatkan makanan yang sama setiap harinya.

“Jika menyesuaikan selera, maka penerima mendapatkan jatah makan dengan harga yang berbeda, dan ini sangat rawan penyelewengan,” ungkapnya.

Titik rawan lainnya, lanjut alumni IAIN Madura itu menjelaskan, harga dan kualitas masing-masing bahan, serta porsi makanan. “Porsi berbeda itu sudah menunjukkan indikasi korupsi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bantuan lansia di Pamekasan berupa jatah makan siang dan malam, dana yang digelontorkan Rp4 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021.

Kepala Dinsos Pamekasan, Moch Tarsun menyampaikan terdapat 400 lansia yang akan menerima jatah makanan dua kali sehari, mereka tersebar di 13 Kecamatan. (yan/mad)

BACA JUGA :  Mahasiswa Surabaya Ciptakan Serangga Pencari Korban Bencana