Ditemukan Telur Berukuran Besar di Lamongan, BKSDA: Kami Pastikan itu Bukan Telur Buaya

0
38
Telur
Puluhan butir telur yang diduga merupakan telur buaya, menghebohkan Warga Desa Prijekngablak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. (Foto/Wakhid)

LAMONGAN, PIJARNEWS.ID – Puluhan butir telur yang diduga merupakan telur buaya menghebohkan warga Desa Prijekngablak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Puluhan butir telur berwarna putih tersebut ditemukan di bantaran Bengawan Mati, Kamis (11/2/2021).

Telur-telur tersebut ditemukan oleh Sofyan, warga setempat ketika akan beraktivitas di kebun yang terletak di bantaran Bengawan Mati.

“Yang nemu itu saudara saya, Pak Sofyan, tadi pagi waktu berangkat ke tegalan (kebun) dekat bengawan,” kata Fatonil Azis warga Desa Prijekngablak.

Saat ditemukan, telur yang berjumlah lebih dari 20 butir tersebut berada di daratan, tak jauh dari bibir Bengawan Solo. Karena tidak tahu harus berbuat apa, telur-telur yang berukuran segenggaman tangan orang dewasa itu kemudian dibawa pulang. “Sekarang telurnya ada di rumah Pak Sofyan dan sudah kita sampaikan ke pak RT,” ujar Azis.

Mengethui informasi yang berkembang di masyarakat tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Gresik memastikan bahwa telur tersebut bukanlah telur buaya seperti dugaan awal.

Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) Gresik X Lamongan, Agus Ariyanto menjelaskan, petunjuk yang menguatkan bahwa yang bertelur bukan buaya adalah dari ukuran jejak tapak kaki yang berada di sekitar lokasi.

“Untuk hasil, kami pastikan bahwa telur itu adalah telur biawak, bukan buaya. Karena dari ukuran jejak kaki sangat kecil, sekitar 13 senti meter,” kata Agus, Jum’at (12/2/2021).

BACA JUGA :  Cegah COVID-19, Pelantikan PPS di Lamongan Wajibkan Cek Kesehatan

Selain itu, lanjut Agus, pada jejak tersebut, lebar badan yang diukur dari sela tapak kaki kanan dan kiri juga terlalu kecil untuk seekor buaya yang bertelur.

“Ukuran badan hanya sekitar 21 senti meter. Itu sangat kecil untuk ukuran buaya yang sudah bertelur,” sambung dia.

Ia juga menambahkan, letak dan bentuk sarang juga semakin memperkuat bahwa yang ditemukan warga adalah sarang biawak, bukan buaya.

“Kalau sarang buaya itu biasanya ada di semak-semak atau tempat yang rimbun, bukan tempat terbuka seperti ini dan gundukan tanahnya juga jauh lebih besar. Kemudian bisa dilihat di sekitar sarang banyak tanaman cabai dan tanaman cabai pun utuh tidak rusak,” ujarnya.

“Sehingga kita pastikan bahwa itu telur biawak, bukan buaya. Karena kalau buaya pasti tanaman cabai itu sudah rusak terkena gerakan buaya,” tandasnya. (fzi/mad)