HIPMI
Pengusaha muda Rois Sunandar Maming (kiri) maju sebagai Caketum HIPMI Jatim. (Foto/Lukman)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Pengusaha muda Rois Sunandar Maming mengajukan diri sebagai calon ketua umum (Caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur (Jatim). Rois mendapatkan dukungan dari 28 Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI alias HIPMI kabupaten/kota.

Di antaranya adalah BPC HIPMI Surabaya, BPC HIPMI Banyuwangi, BPC HIPMI Malang, BPC HIPMI Tulungagung dan BPC HIPMI Jember. Dokumen pendaftaran telah diserahkan dan diterima langsung oleh Ketua Panitia Pengarah Musyawarah Daerah ke-XIV HIPMI Jatim, Rohmad Amrullah di Surabaya, Kamis (11/2/2021).

“Sudah saya terima, dan semua persyaratan telah lengkap dengan jumlah dukungan mencapai 28 BPC HIPMI. Kami sudah membuka pendaftaran mulai tanggal 7-11 Februari dan hingga hari terakhir, yang daftar hanya Rois Sunandar Maming,” ujar Rohmad Amrullah.

Ketua BPC HIPMI Surabaya Muhammad Luthfi mengatakan, pihaknya memberikan dukungan kepada Rois Sunandar Maming karena visi-misi yang dibawa jelas.

“Niat dan rencana yang disampaikan tiga tahun ke depan untuk HIPMI Jatim memang akan memberikan dampak yang baik bagi HIPMI Jatim. Selain itu, saya sudah lama kenal dan mengerti pribadinya sangat humble, rendah hati, sederhana, santai dan visioner serta bisa merangkul semua pihak. Pengalaman sangat banyak dan berbagai terobosan yang luas biasa juga telah dilakukan,” kata Luthfi.

Sementara itu, Rois Maming mengatakan, dorongan dari BPC HIPMI menjadi alasan utama dirinya maju sebagai Caketum HIPMI Jatim.

BACA JUGA :  Resmi Dilantik, PII Jatim Akan Menjadi Rumah bagi Banyak Insinyur

“Semangat kita semua sama, yaitu memperkuat peran HIPMI dalam menyambut momentum pemulihan ekonomi. Saatnya para pengusaha muda di Jatim menggalang kolaborasi besar dan strategis untuk kembali menggeliatkan ekonomi Jatim,” ujar Rois.

Agar HIPMI Jatim menjadi lebih baik dan maju, maka Rois mengusung konsep JATIM AKSI. Yaitu amanah, kolaboratif, solutif, dan inklusif. Amanah, artinya akan berjuang sekuat tenaga untuk bergerak bersama memberdayakan pengusaha muda.

“Kolaboratif, tentu pengusaha muda tak bisa bergerak sendiri-sendiri, saling bantu, saling memberdayakan. HIPMI Jatim harus menjadi pusat kolaborasi, center of collaboration, dimana semuanya akan membentuk ekosistem bisnis yang memperkuat daya saing ekonomi daerah,” terangnya.

Selanjutnya, kata Rois, solutif yang artinya bahwa HIPMI harus memberi solusi bagi pengusaha muda. HIPMI menjadi jembatan solusi.

“Misal kita bermitra dengan perbankan untuk mencari solusi bagi pengusaha muda yang belum bankable tapi prospek usahanya baik. Kita juga cari solusi dgn bermitra dgn perguruan tinggi terkait penerapan teknologi bagi UMKM pengusaha muda,” tuturnya.

Dan terakhir inklusif. “Bahwa HIPMI akan menjadi rumah bagi semua pengusaha muda. HIPMI akan mempertahankan jati dirinya sebagai organisasi terbuka yang membuka jalan bagi semua, mulai pengusaha tingkat mikro sampai pengusaha besar,” pungkasnya. (fzi/mad)