Mojokerto
Aliran deras sungai Boro dan batu batu raksasa di wisata Selo Malang, Kabupaten Mojokerto menjadi nilai lebih bagi wisatawan penyuka tantangan river tubing, Minggu (14/2/2021). (Rama/PIJARNEWS.ID)

MOJOKERTO, PIJARNEWS.ID – Wisata River Tubing Selo Malang yang terletak di dusun Jabung, desa Lebak Jabung, kecamatan Jatirejo, kabupaten Mojokerto, menyuguhkan keindahan alam dan air sungai Boro yang jernih.

Aliran air yang deras, tumpukan batu batu raksasa dan kecil di sekitar sungai tersebut, menjadi nilai lebih bagi wisatawan yang menyukai tantangan.

Lokasinya yang dekat dengan perbatasan Wonosalam, kabupaten Jombang tersebut,masih kental dengan keasrian alam. Wisata tersebut bisa menghilangkan penat akibat rutinitas pekerjaan.

Dengan menggunakan ban dan perlengkapan keamanan seperti pelampung serta helm dan didampingi seorang pelatih, wisatawan bisa meluncur di atas derasnya aliran sungai Boro.

Untuk menikmati wisata tersebut, waktu yang harus ditempuh dari kota Mojokerto menuju wisata tersebut adalah 30 menit. Setibanya di lokasi wisata, pengunjung harus menyewa pelampung, dan helm di sebuah toko seberang wisata. Pengunjung cuma dikenakan biaya senilai 25 ribu Rupiah.

Setelah mendapatkan perlengkapan tersebut, pengunjung bisa membawa sepeda motornya untuk masuk ke dalam wisata tersebut. Jarak antara pintu masuk dengan lokasi wisata sekitar 4 kilometer.

Pengunjung bisa memanfaatkan ojek berupa mobil Offroad apabila kendaraan pribadinya tidak bisa melewati jalan masuk wisata tersebut. Untuk memanfaatkan ojek tersebut, pengunjung dikenakan biaya senilai 15 ribu Rupiah

Jalan yang penuh dengan bebatuan, dan pemandangan sengkedan sawah yang tampak kecil dan penuh dengan warna hijau bila dilihat dari atas menghiasi perjalanan wisatawan

BACA JUGA :  Pria Menceburkan Diri ke Sungai Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Setibanya di lokasi wisata Selo Malang, petugas pemandu wisata dan pelatih river tubing sudah menyiapkan perlengkapan seperti ban pelampung.

Sebelum menikmati river tubing, pengunjung mendapatkan arahan dari Teguh, pelatih river tubing tentang menikmati dan menelusuri arus sungai yang deras tersebut.

“Yang dibutuhkan adalah ketenangan, jangan panik dan mengendalikan ban pelampung biar aman,” kata Teguh di depan pengunjung wisata, Minggu (14/2/2021)

Teguh menambahkan, meski banyak batu batu yang besar. Petugas wisata akan sigap mengarahkan wisatawan sepanjang jalur river tubing agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Achmad Yani, ketua Gabungan Komunitas Peduli Lingkungan (Gakopen) yang juga sebagai mengelola wisata tersebut, menjelaskan, wisata tersebut berdiri pada setelah Hari Raya Idul Fitri lalu.

“Wisatawan bisa menikmati river tubing setiap hari, dari pukul 8 pagi sampai 5 sore. Jarak river tubing dari garis start dan garis finish 2 kilometer. durasi menikmati river tubing selama 35 menit,” kata Achmad Yani.

Bagi wisatawan yang telah menikmati river tubing, pengunjung mendapatkan bibit pohon buah yang bisa ditanam di sekitar lokasi wisata tersebut.

“Tamu yang hadir disini wajib mereboisasi hutan lindung di sekitar lokasi wisata, sehingga kami memberi bibit pohon dari berbagai jenis buah,” kata Achmad Yani. (ram/mad)